oleh

Gara-Gara Jadi Caleg

Oleh: AHMADI SOPYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial
MUSIM Pemilu seperti ini, ternyata ada kebebasan yang terenggut, dari mulai tak tersalurkannya hobi mancing di sungai, sampai diawasi dan bahkan dilarang dan dibatalkan jadi pembicara memenuhi undangan masyarakat atau mahasiswa di kampus.

————-

SAAT menulis ini, saya sedang berada di Palembang guna memenuhi undangan ISBA dan masyarakat Bangka di Palembang dan bertempat di Kampus PGRI untuk menjadi pembicara mengenai “Problematika Pembangunan Jembatan Bangka-Palembang Terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Tingkat Kriminalitas di Bangka Belitung”. Ya namanya undangan dan kebetulan sempat, ya saya hadir saja.

Malam hari mendarat di Palembang bersama “sang Boss Besar saya, Munir yang juga diundang sebagai pengisi acara hiburan. Baru saja menginjakkan kaki di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, panitia penjemput langsung melaporkan hal yang mengagetkan, yakni kegiatan hampir dibatalkan akibat kemaren dia ditelpon seseorang dari Bangka yang memarahi Panitia pengundang dan bahkan menelpon Wakil Rektor III PGRI guna meminta membatalkan kegiatan tersebut karena mengundang Ahmadi Sopyan.

“Sabar Bang. Kami tetap bersikukuh mengundang Abang sebagai pembicara dan tidak ada kaitannya dengan Abang sebagai Caleg?”

“Iya demokrasi kita masih dalam tingkatan demokrasi Taman Kanak-Kanak. Tapi sudahlah, ko lah tau dan termasuk yang menelpon ka tu juga ko sangat kenal banget dan die juga sahabat ko. Santai bae lah, along kite cari tempat makan dibawah jembatan Ampera, soalnya Munir pengen lihat jembatan sekalian mandi malam di sungai Musi” ujar saya sambil meminta segera melajukan kendaraan di keramaian Kota Palembang.

Komentar

BERITA LAINNYA