oleh

Gara-Gara Jadi Caleg

Tak hanya para calon pemimpin atau calon Wakil Rakyat, tapi yang juga tak kalah parah adalah kita sebagai rakyat. Karena buah demokrasi seperti ini tidak hanya melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang tidak berkualitas, tapi juga menumbuhsuburkan perilaku cengeng dalam kehidupan sosial kita (rakyat). Bagaimana tidak, kita memilih pemimpin atau seseorang karena pemberiannya bukan karena kemampuan atau keyakinan bahwa ia mampu ketika duduk di posisi yang dia inginkan itu. Karena perilaku cengeng suka meminta inilah akhirnya menyebabkan nilai diri kita seringkali hanya dihargai baju kaos, mukena, jilbab, sarung, baju koko, bahkan hal-hal yang berbentuk materi. Perilaku ini terjadi apa bukan karena kita memiliki mental cengeng?

Generasi muda kita sebagai penerus keberlangsungan negeri ini di masa yang akan datang pun sudah terkontaminasi dan dididik dengan perilaku-perilaku cengeng, baik oleh para seniornya maupun karena memang dasarnya sudah berperilaku cengeng. Tidak sedikit para generasi muda kita yang menghambakan diri kepada orang-orang berduit walau itu bertentangan dengan agama yang dianut. LSM atau organisasi kemasyarakatan bahkan keagamaan kita pun kerapkali berperilaku cengeng dengan hanya mampu melakukan sesuatu dengan menjadi pengemis (menebar proposal) demi mengharapkan uang receh dari pengusaha dan penguasa. Parahnya lagi, mental dan perilaku cengeng itu ditunjukkan dengan memilih, mendukung dan memuji-muji orang yang membantu secara materi tersebut.

Wajar saja jika kehancuran negeri salah urus atau Republik Tulah ini sudah begitu mengakar dalam setiap urat nadi kebangsaan kita. Sistem hukum dan bernegara kita pun semakin kacau balau tanpa tahu lagi mana yang benar mana yang salah. Parahnya media massa pun kerapkali menjadi pengadilan publik, begitu gampang menghitam-putihkan seseorang sesuai dengan pesanan atau keinginan. Oleh karenanya tidaklah heran dalam kondisi seperti ini orang yang dicela, dituduh bahkan di penjara itu belum tentu orang-orang salah, dan kita-kita yang berada diluar penjara belum juga tentu adalah lebih baik dari mereka-mereka yang ada di penjara atau pernah di penjara. Perilaku aparat hukum kita sudah tidak dapat dipercaya, karena uang dan jabatan sudah terlalu berkuasa akibat para penegak hukum bermental cengeng. Oleh karenanya akibat kondisi “perkeliruan” di negeri ini, orang-orang yang baik harus terpinggirkan di sudut-sudut kehidupan. Jika ada sosok atau kelompok yang bagus dan berkompeten ingin berbuat, maka siap-siap untuk menghadapi buasnya kekuasaan uang dan jabatan.

Komentar

BERITA LAINNYA