oleh

Fir’aun & Politiknya

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial

POTRET politik Fir’aun untuk mempertahankan kekuasaannya dengan cara yang zholim adalah pelajaran bagi kita kala berkuasa atau sedang berada pada lingkaran kekuasaan.

loading...

——————

ENTAH kenapa, tiba-tiba pengen menulis tentang Fir’aun dan Politiknya. Maklumlah, dalam politik kekuasaan, sepertinya Fir’aun belum memiliki tandingannya. Sehingga gaya politik Fir’aun menjadi salah satu bahan bacaan saya dalam mempelajari potret politik.

Dalam perspektif Islam, sebutan Firaun tidak lagi sekadar gelar para raja di era Mesir kuno. Ia perlahan berubah mejadi seperti simbol kebiadaban dan kesombongan. Bagi umat Islam, Firaun lebih dimaknai sebagai pemimpin zhalim, sombong dan biadab. Karena itu, akibat kesombongan, kezaliman dan kebiadabannya terhadap umat Islam, Abu jahal pun pernah dijuluki oleh Nabi Muhammad SAW sebagai “Fira’unnya umat ini (masa Nabi Muhammad SAW masih hidup)”.

Fir’aun adalah sosok yang sangat populer bahkan hingga kini. Bahkan namanya disebut sebanyak 74 kali dalam kitab suci Al-Qur’an. Bila dilacak dari masa pemerintahannya, selain dikenal berhasil melakukan pembangunan infrastruktur, Fir’aun yang hidup di zaman Nabi Musa as adalah sosok politisi ulung yang sangat pandai mengubah narasi untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari dua sisi, yakni: (1) merangkai narasi untuk menuduh, mendeskreditkan dan mengkriminalisasi lawan-lawan politik yang berseberangan dengan kemauannya. (2) menggunakan aksi teror fisik maupun psikis untuk membungkam orang-orang yang kritis.

Komentar

BERITA LAINNYA