oleh

DPT Babel 2019 Final, Total 913.934 Pemilih Ditetapkan

*Berkurang 8.000 dari DPS
*1.700 Penghuni Lapa Berhak Nyoblos
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merilis jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019. Total, DPT di Babel tercatat 913.934 pemilih, terdiri dari pemilih laki-laki 466.162 dan pemilih perempuan 447.772. Total DPT itu didapat berdasarkan berita acara rekap penetapan DPT di 7 kabupaten/kota se-Babel. Selanjutnya, 3.786 TPS tersebar di 391 kelurahan/desa pada 47 kecamatan se-Babel.

“Untuk DPS (Daftar Pemilih Sementara) sudah kita tetapkan Juni lalu, untuk Provinsi Babel 921.182 pemilih. DPS itu terus kita lakukan perbaikan dan hari ini kita menghasilkan rekapitulasi DPT, sudah ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota antara 15 sampai 21 Agustus lalu. Hasilnya, untuk tingkat provinsi DPT kita 913.934 pemilih,” jelas Komisioner KPU Provinsi Babel, Divisi Perencanaan dan Data, Guid Cardi kepada wartawan usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT tingkat Provinsi untuk Pemilu 2019, Kamis (30/8) di Ballroom Novotel, Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Loading...

Proses penetapan DPT tersebut dari DPS mengalami pengurangan berkisar 8.000 lebih pemilih. Di mana, saat masih berstatus DPS sebanyak 921.182 pemilih dan setelah ditetapkan DPT menjadi 913.934 pemilih. “Tidak banyak, ada pengurangan sekitar 8.000-an pemilih. Nah jumlah ini rata-rata pemilih yang tidak memenuhi syarat, ada juga pindah domisili keluar Provinsi Babel. Serta, ada juga beralih status dari status sipil ke TNI/Polri,” kata Guid.

Ia mencontohkan yang tidak memenuhi syarat, misalnya dia sudah tidak ditemukan lagi di Babel. “Mungkin sudah punya E-KTP di luar Babel. Misalnya, dari sektor informal ada yang kerja di luar, tapi tidak masuk kedalam DPT karena dia sudah terdaftar di tempat lain,” imbuhnya.

1.700 Penghuni Lapas Nyoblos
Dari jumlah DPT Babel sebanyak 913.934, ada sebanyak 1.700 warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang akan ikut berpartisipasi pada pemilu 2019 mendatang. “Dari 1.700 itu kita data, separuhnya warga yang berdomisili di Babel yang lainnya itu ada yang tidak memiliki identitas dan juga ada yang diluar Babel,” kata Guid.

Komentar

BERITA LAINNYA