oleh

Direktur PDAM Tirta Bangka Diganti

*Direktur Baru PDAM Tirta Bangka Diminta Inovatif dan Responsif
Babelpos.co SUNGAILIAT – Direktur PDAM Tirta Bangka resmi dilantik dan dilakukan serah terima oleh Pemda Bangka, Kamis pagi (23/8/2018). Direktur PDAM Tirta Bangka yang baru diharap dapat membuat inovasi dan responsif dalam memimpin salah satu BUMD di Kabupaten Bangka ini.

“Secara umum saya sampaikan ke pak Welly (direktur sebelumnya) evaluasi yang bagus. Ini untuk penyegaran,” kata Bupati Bangka Tarmizi Saat di Aula Bangka Bermartabat.

Loading...

loading...

Ia katakan, PDAM Tirta Bangka harus menjalankan program yang ada seperti “simpanan air” sebagai komitmen untuk menjalani PDAM dengan akurat. Ia meminta semua pendataan harus dicek, termasuk soal aset yang ada pada PDAM karena sempat menjadi persoalan beberapa waktu lalu.

“Jangan sampai selesai melaksanakan tugas nanti bermasalah. Jangan sampai aset jadi permasalahan di kemudian hari. Direktur harus berinovasi dan responsif. Kenapa kita tidak berinovasi membuat air minum “Airku”, atau lainnya. Jangan hanya sekedar air mandi saja, harus air minum,” pesannya.

Ia juga mengarahkan agar PDAM Tirta Bangka mendata sumber air baku untuk PDAM. Sebab, air menjadi penting dalam era sekarang namun dibutuhkan inisiatif dan inovasi yang banyak dalam pengelolaannya.

“Direktur yang baru harus cepat, harus responsif, harus diperbaiki lagi yang masih kurang. Sebagai wujud yang ada juga harus bersyukur karena masih ada air, kalau tidak ada air repot juga. Direktur harus berkoordinasi, jangan dipilah-pilah ini orang saya, ini bukan orang saya,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, selama ini Direktur PDAM Tirta Bangka zaman Welly untung sehingga pada kepemimpinan Suhendra diharap jangan sampai nanti merugi. Dalam penetapan Suhendra sebagai direktur PDAM pun ia akui tidak ada intruksi siapapun

“Untuk ini saya sendiri yang milih. Baru tadi subuh saya minta pak Mukshin buat penetapannya,” tandasnya.

Ia meminta kepada Welly yang juga ikut serta lelang Direktur PDAM namun tidak terpilih mengambil hikmah dibalik semuanya. Sama seperti dirinya yang tidak lagi terpilih menjadi bupati pada Pilkada Bangka lalu.

“Dibalik semua ini ada hikmahnya, sama saya juga dapat hikmahnya. Kawan saya dua periode jadi bupati tidak tahunya kena masalah. Terimakasih untuk pak Welly dan istrinya. Kepada direktur yang baru jadikan anak buah itu sebagai partner bukan sekedar bawahan,” pungkansya.

Komentar

BERITA LAINNYA