oleh

Dinkes Cabut Surat “Ancaman” Penonaktifan PBI

*Surat Intern Menyebar Luas dan Menuai Protes
Babelpos.co SUNGAILIAT – Lantaran mendapat banyak protes keras dari kalangan masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka yang mengeluarkan surat tentang penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang menolak vaksinasi MR mencabut kembali kebijakannya.

Surat yang seharusnya diakui kepala Dinkes Kabupaten Bangka, Then Suyati untuk kalangan intern namun beredar luas di aplikasi massenger dan media sosial itu dicabut karena menuai desakan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat.

Loading...

loading...

Sebelumnya sebuah surat edaran kop Dinkes Kabupaten Bangka yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bangka dr. Then Suyati memuat perihal PBI menolak vaksinasi MR menyebar dalam beberapa hari ini. Surat tertanggal nomor 441/3170/Dinkes/2018 tertanggal 8 Oktober 2018 ditujukan kepada seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Bangka.

Surat tersebut berisi dalam rangka meningkatkan cakupan vaksinasi MR minimal 95% sehingga tidak terjadi penularan dimasyarakat, dipandang perlu untuk menimbulkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi MR kepada anak mereka yang berusia 6 bulan sampai dengan 15 tahun.

Berkaitan dengan tersebut diatas diharapkan kepada saudara untuk menginventarisir PBI APBN, APBD provinsi maupun kabupaten yang berada di wilayah kerja puskesmas saudara yang menolak vaksinasi untuk anaknya. Selanjutnya agar diedukasi dan apabila tetap menolak akan dipertimbangkan untuk dilakukan penonaktifan PBI mereka karena tidak mau menerima dan mendukung program pemerintah.

Komentar

BERITA LAINNYA