oleh

Dijanjikan Kerja di Satpol PP Basel, Ris & San Ditipu 20 Juta

TOBOALI – Dua orang warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, berinisial Ris dan San melaporkan ke Polres Bangka Selatan atas tindak pidana penipuan terkait setoran uang senilai Rp 20 juta untuk bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Basel pada Desember 2017.

Atas kejadian itu dua orang warga Toboali ini merasa dirugikan bahkan malu lantaran diusir dari kantor Satpol PP dan dicap sebagai anggota Satpol PP gadungan. Karena itu, akhirnya Ris dan San melaporkan dan mengadukan hal ini ke Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Bangka Selatan. Mirisnya, kejadian ini menyeret nama pejabat di daerah setempat yang diduga menerima percikan aliran uang Rp 20 juta tersebut.

“Kejadiannya itu pada tanggal 20 Desember 2017. Kami dijanjikan mulai masuk kerja di Satpol PP Pemkab Bangka Selatan pada tanggal 2 Januari 2018, dan kami pun akhirnya masuk kerja dengan mengenakan seragam dinas Satpol PP yang kami siapkan sendiri,” kata Ris dan San, saat ditemui babelpos.co di halaman Mako Polres Bangka Selatan, Jumat (18/1/2019) tadi pagi.

Selain itu, Ris dan San menambahkan, saat mereka berdua masuk kerja di Satpol PP tanpa Surat Keputusan (SK).

“Saat kami masuk kerja SKnya tidak ada. Janji SK keluar tanggal 30 Desember 2018,” keluh Ris dan San menjelaskan, bahwa uang senilai Rp 20 juta itu mereka serahkan ke salah satu oknum yang merupakan selaku perantara alias penghubung. Bahkan, kata Ris dan San, oknum pertama tersebut atas perintah dari oknum yang kedua dan oknum kedua atas perintah oknum ketiga yang meminta kepada oknum pertama dan oknum kedua untuk mencari orang yang mau bekerja di Satpol PP.

“Kami bayar Rp 20 juta untuk bekerja di Satpol PP. Korbannya banyak. Tapi yang lain takut untuk melapor karena kata oknum pertama itu, bahwa ini kasus suap. Kami malu diusir dari kantor Satpol PP. Sebelum diusir kami disuruh masuk ke ruang Kasat (Kepala Satuan) dan ditanya siapa yang menyuruh kami kerja di Satpol PP,” jelas Ris dan San.

Komentar

BERITA LAINNYA