oleh

Depati Amir Resmi Pahlawan Nasional

Sementara itu, Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Laksma TNI Imam Suprayitno mengatakan, pada dasarnya pemberian gelar pahlawan nasional diberikan setelah melalui pertimbangan dan usulan dari berbagai pihak. Selain itu, keputusan pemberian gelar pahlawan juga diambil berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Dalam Pasal 1 angka 1 yang dimaksud dengan gelar adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang yang telah gugur atau meninggal dunia atas perjuangan, pengabdian, darmabakti, dan karya luar biasa kepada bangsa dan negara,” kata Imam Suprayitno.

loading...

Acara tersebut turut dihadiri Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gunanjar Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PAN-RB Syafruddin, Menpora Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Untuk penerima penghargaan Depati Amir, diterima oleh Mohctar Bahren yang merupakan salah satu keturunan kelima dari Depati Amir.

Perjuangan Panjang
Untuk menggolkan Depati Amir menjadi Pahlawan Nasional ini tak lepas dari perjuangan panjang. Sejarawan Babel, Akhmad Elvian kepada Babel Pos tadi malam menyatakan, perjuangan itu dimulai sejak tahun 2004. ”Tahun 2004, 2007,2017 saya menjadi pembicara seminar Depati Amir,” ujarnya.

Dan, dari tahun 2004 saya melakukan penelitian dan penelusuran arsip sehingga kemudian menghasilkan biografi dan riwayat hidup perjuangannya Amir hampir 400 halaman untuk berkas pengajuan utama ke TP2GP (Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat) dan Kemensos,” ujarnya mengenang.(red/HRM/FIN)

Komentar

BERITA LAINNYA