oleh

Demokrasi Sambel Belacin

Nah, beberapa hari lalu, seorang kawan yang sama-sama Caleg curhat kepada saya dalam kondisi tegang. Nampak dari rautnya ambisi terhadap kekuasaan. Maklumlah sang kawan ini sudah berulangkali mengadu nasib sebagai Caleg, namun kemenangan belum berpihak padanya.

Walaupun berbeda partai dan usianya lebih senior, saya berusaha memberikan nasehat: “Demokrasi itu jangan dibuat tegang dan menimbulkan ketegangan. Posisi seperti kita ini harus pandai mengukur antara kemampuan dan kemauan. Demokrasi itu harus menampilkan kreasi, keceriaan, karya, idea tau gagasan. Demokrasi itu harus menjadi inspirasi bagi generasi setelah kita. Demokrasi itu jangan dipahami hanya untuk kekuasaan, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pendidikan politik yang baik pada generasi setelah kita. Mereka sekarang sedang melihat, mengamati dan merekam demokrasi ala kita. Jadi, berikan pendidikan yang baik dan menginspirasi, karena mereka harus lebih baik dari kita sekarang ini. Seperadik, yo kite nikmati bae demokrasi ne seperti kite makan sambel belacin. Nek pacak nahan, mun dak seperti makan sambel belacin, ase nek nambah teros walau mulot kepedasan. Jadi pandailah diri menahan….”

loading...

Entah nggak nyambung, atau mungkin karena terlalu tegang, ataukah nasehat saya sangat nggak bagus buat dirinya, atau juga bisa jadi karena membuat saya yang nggak pantas memberikan nasehat, kawan saya itu terdiam alias tak menjawab apapun. Ataukah dia sedang membayangkan empuknya kursi legislatif yang selama ini ia idam-idamkan? Entahlah…….

Tapi, ya sudahlah…. Ternyata nasehat itu memang PAS untuk saya.

Salam Demokrasi!
Salam Sambel Belacin!(*)

Komentar

BERITA LAINNYA