oleh

Demokrasi Jorok

Demokrasi kita belum bersih, masih begitu jorok dan sepertinya tak ada alat pembersih yang mampu membersihkannya kecuali kerjasama seluruh penghuni rumah. Bagaimana tak dikatakan jorok, begitu mudah kita tebar fitnah, isu, berita hoax, tuduhan, kriminalisasi, persekusi, menebar ketakutan dan kerisauan. Demokrasi kita begitu terlihat jorok dan benar-benar membutuhkan alat pembersih berteknologi tinggi karena keraknya sudah melekat begitu erat.

Demokrasi jorok adalah demokrasi yang mengakhiri sebuah penyelesaian dengan kriminalisasi terhadap orang-orang yang berlawanan dengan dirinya (kekuasaan) dan setiap yang berlawanan dianggap menganggu ideologi bangsa. Tak mampu membedakan mana dirinya, mana negara, mana alat negara mana alat penguasa, mana fasilitas negara, mana milik pribadi, mana demokrasi mana democrazy, mana roti mana tai, mana teh botol mana alkohol, mana teh kotak mana arak.

loading...

Demokrasi jorok adalah demokrasi yang menggunakan aparat dan panitia untuk turut bermain ditengah lapangan. Turut berkompetisi bukannya mengayomi, turut menendang bola bahkan menciptakan gol ke gawang saudaranya sendiri sesama warga negara tapi dianggap lawan. Demokrasi jorok adalah pidato lantang tentang pembangunan sambil kaki dan tangannya mencengkram pondasi keadilan. demokrasi jorok adalah mengajak lomba berenang, tapi lawannya diikat kaki dan tangan.

***

“TERUS apa lagi Bang Ahmadi, demokrasi jorok itu?” Tanya Munir yang tepat berada disamping saya yang sedang ngopi di sebuah warung perbatasan Kabupaten Bangka dan Bangka Barat.

Komentar

BERITA LAINNYA