oleh

“Demi Allah Denny JA Ngajak Saya Jadi Pelacur”

WAKIL Direktur Bidang Riset Sabang Merauke Institute (SMI), Syahganda Nainggolan buka-bukaan di Media Center Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Menurut Syahganda, hampir semua lembaga survei di negeri ini hanya menampilkan kebohongan ke publik.

loading...

“Saya tahu persis bahwa semua lembaga survei itu penipu,” ucap pria bergelar doktor riset ini.

Syahganda menyoroti penjelasan Ketua Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Philips J Vermonte tentang perbedaan antara quick count (hitung cepat) dengan survei.

Quick count, kata Philips, meneliti berdasarkan eksak atau angka. Sedangkan survei adalah meneliti opini.

“Itu adalah pernyataan kegoblokan orang yang nggak ngerti survei. Karena dalam terminologi statistik dan metodologi survei cuma ada dua, survei atau sensus,” katanya.

“Survei itu base on sample, sensus itu populasi. Kalau quick count itu base on sample. Berarti quick count juga adalah survei. Itu aja dia sudah nggak ngerti,” kritik Syahganda.

Komentar

BERITA LAINNYA