oleh

Dari Tandu Sampai ke Oto Pownis (Bagian Kelima/Habis)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —
SEMENTARA itu, itu Lapangan Terbang Kampung Dul di Pangkalpinang, pada Tanggal 22 Desember 1948 pernah didarati Pesawat Pembom B-25 Mitchell, milik Angkatan Udara Hindia Belanda, ketika pesawat ini digunakan untuk mengangkut para pemimpin Republik Indonesia yang ditawan di Yogyakarta setelah Agresi Militer Belanda Kedua (Operatie Kraai) pada Tanggal 19 Desember 1948.

——————–

PESAWAT Pembom B-25 Mitchell adalah Bomber menengah bermesin ganda, buatan Amerika yang diproduksi oleh North American Aviation (NAA) dan dinamai Mitchell untuk menghormati Jenderal William “Billy” Mitchell, pelopor penerbangan militer Amerika Serikat. Para pemimpin Republik Indonesia yang diterbangkan dengan Pesawat Pembom B-25 Mitchell dari Lapangan Terbang Maguwo Yogyakarta menuju Lapangan Terbang Kampung Dul di Pangkalpinang untuk menjalani pengasingan di pulau Bangka adalah Wakil Presiden RI, Drs. Moh. Hatta, Kepala Staf Angkatan Udara,

RS. Soerjadarma, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), MR. Assaat dan Sekretaris Negara, MR. AG. Pringgodigdo. Setelah mendarat di Lapangan Udara Kampung Dul Pangkalpinang, para pemimpin selanjutnya dibawa ke Bukit Menumbing, Mentok dengan dikawal truk bermuatan tentara Belanda dan berada dalam pengawalan pasukan khusus Belanda, Corps Speciale Troepen.

Pemimpin Republik Indonesia lainnya yaitu, Presiden RI, Ir. Soekarno, Menteri Luar Negeri, Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir, setelah mereka diturunkan di Lapangan Terbang Kampung Dul Pangkalpinang, kemudian mereka diterbangkan lagi menuju ke tempat pengasingan di Medan, Sumatera Utara, kemudian dipindahkan ke Brastagi dan selanjutnya karena alasan keamanan dipindahkan ke Parapat di tepi sebelah Barat Danau Toba.

Komentar

BERITA LAINNYA