oleh

Copot Subuh, Bukan Solusi

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Kabar perombakan struktur manajemen RSBT, ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto, Kamis (12/10/2017) kemarin. Menurut dia, perombakan struktur pengurus manajemen RSBT bukan solusi untuk menyelesaikan kasus penolakan pasien Rahayu.

Lebih baik, RS di Babel ini mulai berbenah untuk melakukan peningkatan pelayanan. Tidak pandang bulu dalam menerima pasien dan sigap dalam mengambil tindakan medis. Apalagi, yang terjadi pada pasien Rahayu ditolak atau diarahkan ke RS lain dalam keadaan darurat.

loading...

“Bukan solusi, Subuh dinonaktifkan, tapi mari berbicara hati, prioritaskan tindakan medis. Harusnya pelayanan itu, diutamakan. Giliran pejabat cepat penanganannya, giliran masyarakat lambat, ada perbedaan,” tegas Deddy.

Selaku wakil rakyat, dia juga menyesalkan adanya kejadian tersebut. Diharapkan hal ini menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali di RS manapun di Bangka Belitung. Kedepan, ditekankan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota serta pihak RS, dokter, dinkes dan dinas sosial harus ada kesepakatan bersama untuk melayani masyarakat jangan sampai ada perbedaan.

Komentar

BERITA LAINNYA