oleh

Cegah Nyamuk dengan  Berantas Sarangnya!

DINAS Kesehatan Kabupaten Bangka mengajak masyarakat untuk peduli melakukan pencegahan perkembangbiakan nyamuk yang menyebabkan demam berdarah. Sebab, upaya pencegahan dengan memperhatikan perkarangan rumah sebagai cikal bakal endemik nyamuk lebih efektif ketimbang upaya lain seperti penyemprotan (fogging).
“Pemberantasan tempat sarang nyamuk itu yang paling tepat, efektif dan efisie. Kalau fogging itu adalah atau upaya terakhir karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Anggi Murni kepada wartawan,  Senin (28/1).
Ia jelaskan, untuk nyamuk sebenarnya berkembang biak dari berupa telur hingga menjadi dewasa sekitar 1 bulanan. Apabila yang diintervensi hanya nyamuk dewasa maka untuk selanjutnya jentik-jentik nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dewasa dan menyebarkan sakit demam berdarah ataupun malaria.
“Maka kalau hanya fogging tidak terjadi pemutusan mata rantai nyamuk, disamping biaya fogging cukup mahal. Dalam satu kali penyemprotan itu minimal kita harus menyiapkan 1 tangki solar dan harus dilakukan dua siklus,” tukasnya.
Namun jika dilakukan pencegahan dengan pemberantasan tempat berkembang biak nyamuk akan jauh lebih efektif. Selain itu pembersihan pada perkarangan rumah perlu dilakukan hingga ke dalam rumah dengan memburu jentik nyamuk di sekitar rumah masing-masing.
“Tempat-tempat yang beresiko untuk menjadi tempat bertelur kita sudah sarankan untuk memelihara ikan dan memang itu yang lebih tepat. Untuk saat ini kita memang mencari mitra dulu kira-kira yang bersedia atau yang bisa kita ajak berdonasi,” tukasnya.
Mewaspadai demam berdarah sangat penting dilakukan karena saat ini pada bulan Januari 2019 sudah 33 kasus demam berdarah di Kecamatan Sungailiat. Jumlah kasus itu apabila dihitung rata-rara per 1 minggu  ada 11 kasus dan diprediksi 1 bulan bisa mencapai 44 kasus.
“Tapi saat ini masih ini sudah tanggal 28 tinggal 3 hari semoga jangan banyak terlalu banyak kasus,” tandasnya.
Ia mengingatkan, yang paling penting  masyarakat jangan menunda-nunda untuk membawa keluarga ke rumah atau ke fasilitas kesehatan jika kita mengalami demam tinggi.  Sebelum hal-hal yang tidak kita inginkan dan bisa saja terjadi, karena demam berdarah dapat menghilangkan nyawa pasien.
“Apalagi tahun 2018 ada 86 kasus demam berdarah yang Januari tahun ini dibandingkan Januari tahun lalu jumlahnya meningkat,” pungkasnya.(trh)

Komentar

BERITA LAINNYA