oleh

Catatan Caleg

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

“SEBESAR apapun ambisi dan keinginan, tapi jangan sampai luntur ke-Bangka Belitung-an, ke-Indonesia-an, ke-Melayu-an dalam diri. Itulah harga diri kita sebagai orang Babel, Indonesia dan Melayu”

loading...

————–

BANYAK hal yang saya dapatkan dari pengalaman menjadi seorang Calon Legeslatif DPR RI beberapa waktu lalu. Saya yang notabene bukan seorang politisi, hanya anak kampung dengan usia kemaren sore, berprofesi disebut sebagian orang sebagai penulis dan juga kadangkala sebagai budayawan. Entahlah, bagi saya itu sebutan yang bisa berubah setiap waktu sesuai dengan kebutuhan saja.

Hari pertama masa tenang dan sebelum hari pemilihan, saya menyiapkan alat perang, yaitu pancing. Ya, disaat yang lain mungkin sibuk merapikan tim, saya sibuk merapikan senar pancing. Disaat yang lain sibuk menyiapkan “peluru”, saya sibuk menyiapkan umpan. Disaat yang lain sibuk masukin “sesuatu” ke dalam amplop, saya malah sibuk memasang umpan di mata pancing. Seharian sampai tengah malam menjelang pagi, saya berada diatas perahu menyusuri sungai guna memancing udang di Desa Kotawaringin.

Pun besok sore saya juga sudah menyiapkan pancing untuk persiapan memancing di Desa Pangkal Beras, karena saat menulis ini pun saya sambil menoleh ke arah pancing. Insya Allah setelah selesai saya menyampaikan Orasi Budaya dalam perayan “Mulang Taon” di Lapangan Bola setempat, saya akan menyusuri sungai dengan perahu hingga dini hari.

Komentar

BERITA LAINNYA