oleh

Caleg…

SEORANG Caleg (calon Legislatif) incumbent mencalonkan diri lagi. Saat kampanye tatap muka, dengan nada meyakinkan ia pun menguraikan keberhasilan yang telah ia lakukan selama 5 tahun menjadi wakil rakyat. Tentu saja menurut dia…

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

loading...

WARGA yang hadir mengangguk-angguk, entah mendengar entah mengantuk.
Yang jelas, untuk menghindari dikatakan money politic dan tidak terjerat aturan serta menghindari sempritan Pengawas Pemilu, warga yang hadir sudah dijanjikan uang transportasi, atribut kampanye berupa mukena, kopiah, hingga sajadah. Dan tentu saja, makan siang.

”Bapak dari tadi sepertinya tidak suka dengan apa yang telah saya sampaikan. Sekarang saya tanya Bapak, apa yang telah Bapak perbuat untuk rakyat? Apa kebaikan Bapak untuk kemajuan daerah ini?” ujar sang Caleg tiba-tiba dengan nada tinggi kepada seorang warga yang terkesan selalu mencemooh pembicaraan sang Caleg.

”Kebaikan yang telah saya lakukan adalah, saya bersyukur karena tidak ikut memilih Anda 5 tahun lalu,” ujar si Bapak enteng.

Warga yang lain senyam-senyum, ada pula yang khawatir uang transport terancam batal mengalir… Selendang dan mukena jangan-jangan tak jadi dibagi…

***

MEMANG cukup menarik disimak, terlepas dari Caleg-Caleg baru yang bermunculan –atau Caleg-caleg lama muncul lagi karena tak terpilih 5 tahun lalu–, adalah Caleg-caleg incumbent. Rata-rata para incumbent ini bangga atas ke-incumben-annya, dengan bahasa sudah terbukti, sudah teruji. Padahal, kata-kata ini justru bisa bermakna negatif, jika memang yang terbukti dan teruji itu adalah justru tidak pernah melakukan apa-apa selama menjabat.

Komentar

BERITA LAINNYA