oleh

Caleg Demokrat Ajukan Gugatan ke MK

Kemudian Caleg nomor urut 1 Hendri diuntungkan oleh hal tersebut yang seharusnya Caleg nomor urut 2 Sopli, S.IP yang memperoleh suara tertinggi. Karena itu, Sopli, S.IP merasa keberatan dan tidak puas dengan hasil Pemilu 2019 dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

“Gugatan yang masuk ke MK itu dari internal Caleg Partai Demokrat Bangka Selatan atas nama Sopli nomor urut 2 dan Hendri Caleg Partai Demokrat nomor urut 1,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Basel, Amri, seraya menjelaskan Hendri merupakan salah satu Caleg incumbent anggota DPRD Basel aktif dari Partai Demokrat (PD) untuk Daerah pemilihan (Dapil) IV Simpang Rimba, Payung dan Pulau Besar.

Loading...

loading...

“Sopli dan Hendri sama-sama Caleg DPRD Basel yang juga sama-sama dari Partai Demokrat untuk Dapil IV Simpang Rimba, Payung dan Pulau Besar. Permohonan gugatan yang diajukan Sopli ke MK itu pada prinsipnya meminta hitung ulang perolehan suara Hendri, karena berdasarkan pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Hendri yang unggul dan menang, namun Sopli merasa keberatan atas hasil perolehan suara Hendri itu,” jelas Amri.

Permohonan gugatan yang diajukan Sopli ke MK RI itu, lanjut Amri sudah masuk ke MK RI. Namun permohonan gugatan itu diterima atau tidaknya oleh MK RI baru dapat diketahui pada tanggal 1 Juli 2019 mendatang.

Komentar

BERITA LAINNYA