oleh

Besak Untap

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya

MEMILIKI ambisi itu bukanlah dosa,
tapi tetap menikmati hidup dengan ceria
akan membuatmu waras sebagai manusia.

Loading...

BEBERAPA hari lalu saya mengisi motivasi untuk seribuan mahasiswa baru IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel. Sehari setelahnya kembali saya diminta untuk memberikan hal yang sama dengan tema yang berbeda untuk kalangan ASN Pra Pensiun di Pangkalpinang yang dilaksanakan oleh Jamkrida dan Bank Sumsel Babel.

Pada kesempatan itu saya menyampaikan materi untuk memotivasi agar para ASN Pra Pensiun tetap memiliki semangat dalam karya dan tidak kena penyakit post power syndrome. Segala yang sudah dicapai selama ini hal yang patut disyukuri dan ketika meninggalkan “kesibukan” tersebut hendaknya diisi dengan berkarya, berwirausaha dan bisa menjadi inspirasi bagi anak muda.

Apapun usahanya, libatkan anak muda agar terus visioner dan mencegah “penuaan” dalam berpikiran dan berkarya. Intinya, selagi hayat masih dikandung badan, jangan pernah hilang ambisi atau keinginan. Ambisi adalah hasrat atau keinginan untuk menjadi dan melakukan sesuatu. Ia memiliki 2 sisi mata uang, bisa mengantarkan pada prestasi-prestasi besar, tapi jika tidak diikuti dan diimbangi dengan kedewasaan akan membuatmu terpuruk dan terganggu dalam psikologi.

Dalam tutur lisan urang Bangka, ambisi disebut dengan “untap”. Orang yang memiliki ambisi besar disebut dengan “besak untap”. Manusia lahir ke dunia dengan dibekali keinginan, hasrat, juga nafsu. Sudah jadi hakikatnya, jika manusia selalu merasa tak pernah puas. Memiliki keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, penghasilan yang lebih besar, atau punya pasangan yang sesuai dengan impian. Keinginan-keinginan itulah yang kemudian bertransformasi menjadi ambisi alias “untap”. Keinginan tak puas dan terus ingin berbuat dan berkarya itulah yang akan mengantarkan kita pada pencapaian prestasi besar. Semakin besar “untap” yang dimiliki maka semakin besar pula kemungkinan untuk mencapai mimpi.

Komentar

BERITA LAINNYA