oleh

Berkomitmen Fasilitasi dan Dorong Akselerasi Ekspor Komoditi Pertanian

PANGKALPINANG -Kementerian Pertanian Badan Karantina Pertanian Kelas II Pangkapinang berkomitmen untuk terus membantu dan mendorong peningkatan kualitas mutu produk-produk komoditi unggulan untuk tujuan ekspor ke luar negeri dari Indonesia termasuk dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebab mutu adalah hal pertama yang akan menjadi tolak ukur meningkatkanya permintaan dan juga harga dari pasar luar negeri.

Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Agus Sunanto didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin Zuhri disela-sela acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Karet Lempengan milik PT.Fajar Berseri Bangka tujuan China dan Pakistan dan Lada Biji milik PT.Makro Jaya Lestari tujuan Prancis baru-baru ini.

loading...

Lebih lanjut dikatakan Agus Sunanto bahwa Badan Karantina Pertanian memang memiliki tugas yang sangat penting yakni harus mampu memenuhi semua persyaratan dan perlakuan produk komoditi yang diminta oleh negara tujuan ekspor yakni harus mampu memenuni persyaratansanitary dan phytosanitay (SPS) dari negara tujuan. Oleh karenanya, ke depan para petani tidak hanya berperan menjadi wilayah produksi tetapi juga bagaimana agar hasil produksinya juga bisa memenuhi permintaan pasar yang dituju terutama harus bebas penyakit, terjaga kebersihannya, kualitas mutu terkait juga keamanan pangan dan lain sebagainya. Hasil produksi memang benar-benar harus mengikuti aturan sesuai dengan yang dipersyaratkan dari negara tujuan ekspor.

Agus mengaku yakin bahwa sebenarnya pembinaan ataupun pelatihan kepada para petani selama ini sudah banyak dilakukan oleh dinas terkait termasuk dari karantina sendiri yang bekerjasama dengan Pemda maupun pelaku usaha. Ini sebagai sinergi untuk mengumpulkan potensi-potensi komoditi apa saja yang ada di Babel, tidak saja 3 komoditi unggulan seperti selama ini yakni karet, sawit dan lada tetapi juga sarang walet, nanas dan sebagainya. Komoditi itu sebenarnya selama ini juga sudah mulai ada dan sangat berpotensi ke depannya.

Komentar

BERITA LAINNYA