oleh

Benarkah Sistem Ijon Tak Bisa Diberantas?

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

”SEORANG Petani lada berbaju kumal dan bersandal jepit datang gontai ke rumah seorang Tauke di kota. Ia mengatakan kepada Tauke di toko itu bahwa ia akan memulai menanam lada lagi. Tauke bilang, hutang tahun lalu juga masih ada waktu gagal panen sekarang mau minta lagi.

loading...

Tapi marahnya Tauke itu hanya dijawab senyum oleh petani lada tadi. Tak sampai sepuluh menit petani lada berpakaian kumal pulang membawa uang yang ia minta. Uang itu untuk membeli bibit lada dan pupuk. Terkadang “junjungan” (baca: tiang penyangga pohon lada) juga harus beli.

Petani lada gontai tadi pulang ke rumahnya di kampung sambil membeli sesuatu pesanan istrinya. Itulah potret petani lada Babel. Mereka sesungguhnya adalah pahlawan devisa bagi Babel.”

——————————-

SEBELUM tahun 2000, Babel pernah menguasai 35% pasar lada dunia. Ketika itu Vietnam belum bergiat bidang tanaman lada ini. Bahkan Babel ketika itu bisa mengatur harga lada dunia sebenarnya. Tetapi sayang ketika itu justru yang mengatur harga lada dunia adalah kalangan broker yang berbasis di Singapura.

Merekalah yang menggalang dana besar kepada kaum petani melalui tengkulak dengan sistem ijon. Mereka pula yang membeli lada Babel sekaligus yang menentukan berapa harga lada per kilogram mereka beli.

Komentar

BERITA LAINNYA