oleh

BBP2TP dan Dinas Pertanian Babel Dorong Petani Babel Tanam Padi Orientasi Bisnis

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penilitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Priatna Sasmita, mengaku optimis bahwa pertanian padi di Babel ini masih sangat berpeluang besar. Apalagi, kalau melihat produksi padi di Babel baru mencukupi 20 persen saja, sementara harga beras di pasaran sendiri masih mahal, sehingga sebenarnya ini adalah kesempatan bagus bagi masyarakat petani di Babel.

“Makanya, petaninya didorong untuk menghasilkan beras lebih banyak, sebab orientasi bisnis di bidang beras pun masih sangat perspektif sekali di Babel ini. Bisa dibayangkan produksi beras kita baru 20 persen sedangkan sisanya 80 persen dari luar. Karena itu memang sudah saatnya kita semua sekarang bergerak lebih gesit lagi untuk peningkatan produksi padi kita. Kita optimis kalau ini bisa kita lakukan dengan maksimal, maka dampaknya pun akan sangat besar bagi pemenuhan kebutuhan beras di Babel dan menekan ketergantungan terhadap beras impor yang masih besar,” ujar Priatna.

loading...

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Babel, Wahyu Wibawa juga optimis bahwa hanya dengan bekerja keras, melakukan pembinaan yang secara berkesinambungan dan saling sinergi, maka ke depan Babel akan mandiri secara bertahap dalam ketersediaan pangan, khususnya beras. Hal ini disampaikan Wahyu belum lama ini, sesuai menggelar Rapat Koordinasi Upsus-PJK-Opsin ‘Evaluasi dan Pemanfaatan Target LTT/Opsin Periode Agustus-September 2018’.

“Kita optimis target tersebut akan tercapai, karena memang pemerintah pusat maupun daerah telah memberikan perhatian penuh untuk bidang pertanian termasuk dengan melaksanakan program cetak sawah yang cukup luas lengkap dengan memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (Opsin) mulai dari untuk pengolahan tanah, tanam hingga sampai panen,” kata dia.

Disamping itu, pemerintah khususnya melalui BPTP dan Tim Upsus juga terus berupaya untuk meningkatkan dan memotivasi masyarakat di Babel soal padi yang mempunyai prospek dan orientasi bisnis yang tinggi. Dia berharap dengan program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), hasil panennya juga lebih.

“Produksi itu kan adalah perkalian dari produktivitas dan luas panen. Namun, yang masih menjadi tantangan kita di Babel adalah meskipun mulai ada yang sudah mulai tertarik atau berusaha untuk mengelola sektor tanaman pangan padi ini, tetapi petani kita di Babel masih subsisten, artinya mereka bertanam padi atau mengelola sawah tadi, hasilnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan untuk keluarga dan belum mengarah kepada mindset bagaimana kalau kita bisa panen berkali-kali, lalu beras bisa kita jual dan bisa menjadi tambahan sumber penghasilan,” terang Wahyu.

Komentar

BERITA LAINNYA