oleh

Bawaslu Rekomendasikan Hitung Ulang di Semua TPS Surabaya

LAPORAN kecurangan tidak hanya datang dari pemilihan umum presiden. Di Surabaya, lima partai politik melaporkan dugaan ketidakberesan penghitungan suara pemilihan umum legislatif .

Laporan tersebut direspons Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan menerbitkan surat rekomendasi penghitungan suara ulang di tempat pemungutan suara (TPS) se-Surabaya yang jumlahnya mencapai 8.146 titik.

loading...

Rekomendasi hitung ulang itu disampaikan Bawaslu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya tadi malam (21/4). Dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut mengadakan rapat sejak pukul 22.00. Komisioner Bawaslu Surabaya Usman mengatakan, surat rekomendasi dengan nomor 436/KJI-38/PM.05.02/IV/2019 itu masih dibahas dengan para komisioner KPU Surabaya. “KPU belum memutuskan. Ini masih baru mulai,” ujar Usman saat dihubungi Jawa Pos pukul 21.51 tadi malam. Hingga berita ini ditulis pukul 23.40, rapat belum selesai.

Dalam surat rekomendasinya, Bawaslu tak menyinggung laporan dari lima parpol itu. Mereka hanya menerangkan bahwa telah ditemukan selisih hasil penghitungan perolehan suara pada formulir tipe C-KPU beserta kelengkapannya di tingkat TPS yang tersebar di Surabaya. Jawa Pos juga sudah mengonfirmasi surat rekomendasi penghitungan ulang tersebut ke Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi. Namun, dia tidak mau berbicara banyak. “Silakan konfirmasi ke Bawaslu,” kata dia singkat.

Surat rekomendasi itu dibuat setelah Bawaslu menerima aduan dari lima parpol di Surabaya, yakni PKB, Gerindra, Hanura, PAN, dan PKS. Ada juga caleg DPR dari Partai Golkar Abraham Sridjaja yang turut merasa dicurangi.

Komentar

BERITA LAINNYA