oleh

Bawaslu Basel Tindaklanjuti Laporan DPC Hanura

* Erik: Mekanisme Sesuai Perbawaslu

Babelpos.co -TOBOALI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menindaklanjuti laporan yang disampaikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Basel terkait pengerusakan atribut bendera milik DPC Partai Hanura, sesuai makanisme Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu).

Loading...

loading...

Komisioner Bawaslu Basel pada Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik menegaskan, laporan dari DPC Partai Hanura telah diterima dan sudah masuk ke Bawaslu. Laporan tersebut ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang terdapat di Peraturan Bawaslu ( Perbawaslu) nomor 7 tahun 2018, tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran Pemilu. Namun, kata Erik dalam penanganan laporan yang disampaikan DPC Partai Hanura tersebut harus memenuhi syarat formil dan materil.

“Kita menindaklanjuti laporan tersebut dan menyampaikan ke pihak pelapor untuk memenuhi syarat formil dan materil sampai dengan tiga hari ke depan,” jelas Erik kepada babelpos.co, Senin (28/1/2019).

Menurut Erik, apabila pelapor tidak bisa memenuhi syarat formil dan materil sesuai mekanisme Perbawaslu, maka laporan yang disampaikan pelapor tidak bisa diregister untuk ke tahap berikutnya.

“Salah satu syarat formilnya itu adalah harus tahu pelapor dan terlapor. Jadi dalam hal ini, kita belum membahas ke masalah materil. Formil dulu yang kita bahas. Setelah itu baru ke materil. Tapi, kalau syarat formilnya nggak terpenuhi bagaimana mau ke materil. Hal ini sudah kita jelaskan ke pihak pelapor DPC Partai Hanura, mengenai pola penanganan di Bawaslu,” kata Erik.

Ia menambahkan, kalau tiga hari ke depan tidak juga terpenuhi syarat formil dan materilnya itu. Status laporan yang disampaikan pelapor ke Bawaslu tetap disampaikan kepada pelapor agar pelapor mengetahui status laporannya tersebut.

“Laporan yang masuk ke Bawaslu terkait pengerusakan atribut Parpol (Partai Politik) dan APK (Alat Peraga Kampanye), baru dari Partai Hanura yang melaporkan secara resmi ke Bawaslu, walaupun ada beberapa kejadian di Parpol lainnya, namun Parpol lainnya itu baru sebatas tahap konsultasi dan koordinasi ke Bawaslu,” ujar Erik seraya menghimbau masyarakat di daerah setempat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah, serta menjaga APK dan atribut Parpol yang berkaitan dengan Pemilu 2019.

“Merusak APK dan atribut Parpol merupakan pelanggaran pidana, nanti kita juga akan melaksanakan patroli dan Poskamlu agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya,” tutur Erik.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA