oleh

Bantu Pengungsi Tsunami, Tim PWI-SMSI Babel Bergerak ke Pesisir Barat Donggala

*Pramuka Babel Beri Obat-obatan Ringan
DONGGALA – Hadir di Sulawesi Tengah, tim PWI – SMSI Bangka Belitung (Babel) Peduli berintikan Nico Alpiandy, Donny Fahrum, Rudy Syahwani, Mirwanda, Reza Fachrozy, Romlan dan Nopriansyah yang diperkuat juga oleh utusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Babel, Riswan Dirgantara dan Suandra segera bergerak. Setiba di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu, tim langsung diajak untuk bertemu warga yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami.

————————————

loading...

DAERAH yang dituju adalah daerah pinggiran, jauh dari kota. Pertimbangannya sederhana, kemungkinan bantuan menjangkau mereka, lebih kecil dari korban di kota. Sekretaris SMSI Sulawesi Tengah, Heru, yang memfasilitasi tim PWI-SMSI Babel untuk penyaluran bantuan, mengarahkan tim untuk ke daerah pesisir pantai barat Donggala.

“Kita assesment dulu. Lihat apa kebutuhan mendesak warga di sana,” kata Heru, Selasa (9/10).

Daerah pesisir barat Donggala yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Palu adalah kawasan yang terdampak parah gelombang tsunami. Sepanjang melewati jalan di sana, area nampak kosong, rata dengan tanah. Beberapa mobil terlihat hancur, kapal yang juga terlihat hancur, terseret lebih dari seratus meter dari bibir pantai.

“Tadinya ini kawasan padat penduduk. Semua rumah jadi rata. Penduduk yang selamat, pergi mengungsi,” kata Heru.

Perkiraan Heru untuk membawa tim PWI-SMSI Babel ke pesisir barat Donggala, sudah tepat. Sasaran pertama yang dituju adalah pengungsi di Desa Pantoloan yang berkumpul mendirikan belasan tenda di lapangan sepak bola.

“Kami butuh beras, Pak. Juga susu untuk anak-anak,” kata Eka, salah seorang pengungsi ketika berbincang dengan tim.

Komentar

BERITA LAINNYA