oleh

Bang Tyo: Impian Petani Lada, Impian Saya

PANGKALPINANG – Kondisi petani lada di Bangka Belitung (Babel) yang terpuruk akibat harga lada yang semakin menurun, membuat miris Zuristyo Firmadata. Menurut pengusaha Babel ini, sebagai hasil pertanian andalan Babel, seharusnya hasil panen lada bisa mensejahterakan mereka.

“Jangan biarkan petani lada di Babel semakin terpuruk akibat harga lada di pasaran terus turun dan tidak stabil. Harus ada langkah konkrit untuk menyelesaikan ini,” kata Bang Tyo -sapaannya- Jumat (18/1).

Menurut Bang Tyo, dari hasil pertemuannya dengan para petani lada di sejumlah wilayah, dengan harga jual lada di angka Rp 50 ribuan perkilo seperti saat ini, petani hanya mampu menutup biaya produksi. Padahal untuk menikmati untung, setidaknya harga minimal diatas Rp 60 ribu perkilo.

“Untuk bercocok tanam lada mulai dari penggarapan lahan, pembelian bibit, pemupukan hingga panen memerlukan biaya tinggi. Harga 50 ribu itu baru angka impas biaya produksi, petani belum dapat apa-apa, harga lada harus diatas itu,” tegasnya. Bahkan para petani bermimpi harga lada bisa stabil diatas Rp 100 ribuan seperti tahun 1996-2000.

“Kalo hitung-hitungan petani, harga yang bisa menguntungkan mereka saat ini adalah diatas 60 ribu perkilonya,” tambah pengusaha yang fokus mengembangkan ekonomi ummat ini.

Komentar

BERITA LAINNYA