oleh

Azan Terakhir Barok, Nasi Padang yang Tak Sempat Dinikmati Doni

*Anak Saya Nggak Kelihatan Wajahnya, ya Allah
GRANAT lontar yang menewaskan Barok dan Doni sebenarnya sudah dibuang ibunda Barok. Di rumah sakit, Doni masih sempat bergurau dengan nenek dan paman.

SAHRUL YUNIZAR, Bogor
————————

TATAPAN Abdul Majid tak lepas-lepas dari pekarangan persis di samping rumahnya itu. Nanar. Menyiratkan kedukaan yang mendalam.

“Saya seperti masih melihat Barok main di sana,” katanya kemarin siang (15/2) sambil masih tetap menatap pekarangan yang berbatasan dengan kebun di Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Di pekarangan itulah Barok alias Muhammad Ibnu Mubarok, anak Majid, kehilangan nyawa. Tepat setelah granat lontar yang dia jadikan mainan bersama Khoirul Islami meledak pada Kamis lalu (14/2). Akibat ledakan tersebut, Muhammad Doni yang tengah main ukulele sambil duduk di motor juga ikut kena.

Komentar

BERITA LAINNYA