oleh

Asmawi Tidak Jadi Ditahan, Begini Kronologis Konflik Warga dan PT THEP

KEINGINAN warga agar Asmawi tidak ditahan akhirnya membuahkan hasil usai aksi pada Kamis malam (3/1) lalu di Polres Bangka. Asmawi yang kembali ditangkap usai dijadikan tersangka sempat menjalani pemeriksaan yang didampingi ratusan warga dari depan Mapolres Bangka.

—————–

loading...

“AKHIRNYA dilepas, tidak jadi ditahan,” kata salah satu perwakilan warga, Aboul A”la Almaududi alias Dudi Helmi Yudha (DHY) kepada Babel Pos, kemarin (4/1).
Warga sebelumnya memilih bertahan karena rekannya yang dituduh sebagai pemberi perintah mengambil buah sawit di lahan PT THEP ditangkap dan hendak ditahan. Setelah melalui negosiasi yang alot dan melibatkan pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra dalam koordinasi via telepon akhirnya Asnawi yang menjadi Ketua KPKS Miranti Plasma tak jadi ditahan walau tetap tersangka bersama beberapa rekannya.

Inilah kronologis konflik warga Mabat dengan PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP):

1. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bangka Nomor : 188.45/ 349 /Pertahut/2007 tanggal 15 Mei 2007 yang ditanda tangani oleh Bupati Bangka YUSRONI YAZID tentang Izin Usaha Perkebunan Untuk Dan Atas Nama PT THEP.
Menetapkan Pertama: Memberikan izin usaha perkebunan kepada PT.Tata Hamparan Eka Persada (THEP) beralamat di Jl. Mitro 1/37 Air Salemba Pangkalpinang untuk komoditi Kelapa Sawit seluas kurang lebih 3.000,- Hektar yang terletak di Desa Mabat dan Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam dengan pola INTI PLASMA.

2. Secara bertahap sejak tahun 2006 – 2010 PT. THEP membangun Kebun Kelapa Sawit pola PLASMA yang salah satunya ada di Desa Mabat Kecamatan Bakam dengan luas 279,65 Ha.

3. Jumat 27 Juli 2007 telah dibentuk Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit (KPKS) dengan nama MIRANTI PLASMA yang berdomisili di Desa Mabat Kecamatan Bakam.

Komentar

BERITA LAINNYA