oleh

Apa yang Kau Cari Ahmadi?

GERAKAN Jumat Sedekah (GJS), sebenarnya sangat sederhana. Menghimpun kotak demi kotak nasi hingga mencapai jumlah 500 kotak setiap pekan, lalu setiap Hari Jumat dibagikan ke warga yang dinilai membutuhkan.

———————-

“ANGET-ANGET tai ayem,” begitulah kira-kira pesimisme sebagian pihak ketika gerakan ini dimulai. Banyak yang menilai takkan bertahan, dan takkan betah.

”Alhamdulillah sudah 2 tahun lebih ini bertahan,” ujar penggagas GJS yang juga Owner Rumah Makan Khas Bangka Belitung (Babel), Umah Ubi Atok Kulop, Ahmadi Sopyan.

”Betah?”
“Yah harus betahlah. Kalau tak betah lalu stop, pas dibilang urang, anget-anget tai ayem,” ujar Ahmadi dengan gayanya yang apa adanya.

Diuraikan juga oleh pria yang penulis buku ini, GJS Atok Kulop sendiri mulai dilakukan Januari 2017 dan sampai sekarang terus rutin berjalan. Bahkan Jum’at ini (kemarin) sudah masuk pada Pekan ke-107 dengan bersinergi dalam distribusi bersama KOHATI Bangka Belitung.

Komentar

BERITA LAINNYA