oleh

Ahmadi: Polisi & DPRD Harus Bertanggunjawab

PANGKALPINANG – Pemerhati sosial budaya Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan mengaku tidak terima atas tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap sejumlah mahasiswa mahasiswi yang menggelar aksi demo di Kantor DPRD Babel, Jumat (03/ 04).

Kepada Babel Pos saat menjenguk mahasiswa terluka yang menjalani perawatan di Pukesmas Air Itam Pangkalpinang kemarin, Ahmadi menyatakan apa yang dilakukan pihak kepolisian sama sekali tidak mencerminkan karakter masyarakat Bangka Belitung, hingga tega melakukan kekerasan.

Loading...

loading...

“Negeri Melayu ini penuh dengan tata krama adat budaya dan istiadat. Mahasiswa datang ke gedung wakil rakyat adalah suatu hal yang benar menyampaikan aspirasi dan sudah mengajukan surat permohonan dan pemberitahuan sebelumnya dan mengikuti sesuai prosedur yang ada. Sehingga bagian mananya yang salah dan mengapa justeru sepatu yang tebal ini harus mendarat di muka bahkan di perut seorang mahasiswi yang membuat mereka sampai muntah,” tukasnya.

“Makanya saya sangat kecewa dengan aparat-aparat yang arogan, karena tugas aparat itu sebenarnya adalah menjaga, mengawasi dan tidak boleh main kekerasan, karena mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi,” imbuhnya.

Komentar

BERITA LAINNYA