oleh

Ade Perahu, Nek Berenang

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

TERNYATA kita tidak bisa menentukan kapan pakai Silet kapan waktunya pakai Kapak. Menghadapi kumis menggunakan Kapak, tapi menghadapi batang Nangka mengggunakan Silet. Akhirnya kumis tak tercukur, bibir jontor. Batang Nangka tetap utuh, Silet patah.

Loading...

———–

PADA tahun 1995, penyanyi balada, Franky Sahilatua, menyanyikan sebuah lagu yang ditulis liriknya oleh seorang Budayawan terkemuka, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dengan judul “Perahu Retak”. Salah satu lagu yang hingga kini masih terus saya putar dan selalu menyentuh perasaan.

Lagu yang sarat dengan makna tersebut mengibaratkan Indonesia bagaikan sebuah perahu yang kondisinya sudah kian retak. “…. tapi ku heran ditengah perjalanan/ muncul ketimpangan/ aku heran aku heran/yang salah dipertahankan/ aku heran aku heran/yang benar disingkirkan/…… aku heran aku heran/ satu kenyang seribu kelaparan/ aku heran aku heran keserakahan diagungkan……. Salah satu bait dalam lagu tersebut yang ternyata masih sangat relevan hingga saat ini.

Lem Perekat Perahu Retak
INDONESIA adalah bangsa besar yang memiliki ribuan pulau, yakni kurang lebih 17.504 Pulau. Memiliki 1.331 suku dan 652 bahasa. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang menjadi landasan dari segala keputusan bangsa dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan yang diambil dari bahasa Jawa Kuno dengan makna “berbeda-beda (beraneka ragam) tapi tetap bersatu”.

Komentar

BERITA LAINNYA