BERITA PILIHAN

Distan Diobok-obok!

*”Lumpur” Kasus Cetak Sawah Makin Dalam
KASUS dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) cetak sawah tahun 2016, makin ‘berlumur lumpur’. Bahkan, ‘lumpur’ proyek tahun 2016 itu tampaknya bakal makin dalam.

————————–

INDIKASINYA, tidak kurang 100 item dokumen proyek cetak sawah Bangka Belitung yang disita oleh tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Bangka di kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Bangka Belitung. (16/8). Dokumen itu disita dari 3 ruangan berbeda yakni 2 di antaranya milik bendahara serta ruangan sarana dan parasarana pertanian. Penggeledahan yang dipimpin kasi penyidikan,Wilman Ernaldy berlangsung sejak pagi hingga pukul 13 WIB.

Dari pantauan wartawan, bundelan-bundelan tebal dan banyak itu disita lalu disimpan pada tas besar maupun diangkut tangan kosong. Lalu dimasukin ke dalam mobil dibawa ke ruangan penyidik.

Awal kehadiran penyidik sendiri tak disangka oleh para PNS. Banyak PNS yang was-was dan tampak pucat serta hanya duduk terdiam. Terlebih saat wartawan hadir dan mengambil foto ada beberapa PNS yang nampak menghalangi dan menutup wajah. Tidak hanya itu ekpresi kegelisahan beberapa PNS yang berada di luar ruangan juga ditumpahkan dengan memfoto maupun memvideokan aktivitas wartawan. Bahkan lucunya lagi salah satu pegawai yang coba memvideokan lalu divideo balik oleh salah wartawan lalu ketakutan dan kabur.

Wilman Ernaldy tidak banyak menyampaikan hasil penyitaan. Menurutnya penyidik telah menyita banyak dokumen terkait kepentingan penyidikan yang sedang berlangsung. “Banyak dokumenya, ada 100 item. Semuanya telah diamankan di tempat kita (ruang penyidikan.red),” katanya usai penggeledahan.

Dalam waktu dekat pihak penyidik, segera kembali menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi baik di Distanbunak Bangka Belitung maupun Bangka. Hal ini terkait dengan penuntasan penyidikan perkara. “Kalau kemarin itu Kemas Arfani (Kadistan Kabupaten Bangka sekaligus PPK.red) sudah kita periksa. Tentu nanti siapa PNS ataupun pejabat selanjutnya (akan dipanggil) itu sesuai dengan kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Selama ini Kemas Arfani yang kerap mondar mandir dalam pemeriksaan juga 2 orang anak anak buahnya yakni Saefullah Hamidy dan Deni Subagja selaku panitia pengawas hasil pekerjaan. Terakhir kehadiranya di ruangan penyidikan didampingi oleh penasehat hukum Taufik Koriyanto.

Keyakinan adanya Tipikor dalam kasus ini, karena Kajati Aditia Warman sendiri menyatakan penyidiknya telah menemukan terjadi kekurangan volume pekerjaan proyek jatah cetak sawah Bangka seluas 2200 Hektar disertai dengan tidak adanya data pendukung. “Dalam proyek itu misalnya mestinya volume 100 hektar tetapi dikerjakan cuma 50 hektar. Sementara dilaporan pembayaran 100 persen,” ungkapnya.(eza)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top