giserSUAT

Sang Flamboyan, Freddie Mercury, Kematian dan Agama Zoroaster Dianutnya

DIA adalah salah satu manusia yang dinobatkan sebagai salah satu pemilik suara terindah sepanjang masa.
Dia juga adalah sosok musisi yang hidupnya dikelilingi kontroversi, imajinasi bahkan ilusi yang diyakini merupakan buah dari ajaran-ajaran kepercayaan yang ia anut. Nanti kita bahas kepercayaan apa yang dianut pria ini.

Ya. Rubrik #GiserSUAT pekan ini saya tergelitik untuk mengangkat soal Freddie Mercury, yang di zamannya ia dikenal karena penampilan panggung yang semarak dan vokal yang kuat, hingga menyentuh 4 oktaf, yang jarang bisa dimiliki penyanyi pria.

Freddie lahir di Stone Town, Zanzibar – sekarang termasuk wilayah Tanzania, Afrika Timur, 5 September 1946, ia adalah seorang Parsi, dan dibesarkan di sana dan di India sampai pertengahan usia remaja. Mungkin setengah manusia di bumi pasti tahu ia adalah vokalis band rock Queen yang melahirkan lagu hits seperti ‘Bohemian Rhapsody’ dan ‘We Are The Champion’, yang punya nama lahir Farrokh Bulsara.

Tak perlu saya menjelaskan panjang lebar siapa pria yang saking melegendanya, sampai dibuatkan patung di Montreux, Swiss oleh pematung Irena Sedlecka, yang sengaja didirikan sebagai penghormatan kepada Mercury dengan tinggi hampir 3 meter menghadap Danau Jenewa dan diresmikan pada tanggal 25 November 1996. Karena, kontroversi hidup Freddie yang melegenda melahirkan banyak lika-liku cerita.

Mulai dari ia seorang gay, atau homoseksual hingga kematiannya 24 November 1991 di London pada umur 45 tahun yang dipastikan meninggal karena bronkopneumonia yang dibawa oleh AIDS, hanya satu hari setelah publikasi bahwa ia memiliki penyakit tersebut.

Sebetulnya, Freddie awalnya adalah lelaki normal. Ia pada awal 1970-an punya hubungan serius dengan Mary Austin dan hidup bersama beberapa tahun di West Kensington. Namun pada pertengahan 1970-an ia mulai berselingkuh dengan eksekutif rekaman Amerika, seorang pria di Elektra Records, yang akhirnya mengakibatkan hubungannya dengan Austin berakhir.

Selama awal hingga pertengahan ’80-an, ia kembali terlibat asmara dengan seorang wanita, Barbara Valentin, seorang aktris Austria yang ditampilkan dalam video “It’s A Hard Life”. Tapi, lagi-lagi orientasi seksualnya tak terbendung, karena pada tahun 1985 ia memulai hubungan lagi dengan pria, seorang penata rambut bernama Jim Hutton (1949-2010). Hutton, yang diuji HIV-positif pada tahun 1990, tinggal bersama Mercury selama enam tahun terakhir hidupnya, merawatnya selama sakit, dan hadir di samping tempat tidurnya ketika ia meninggal. Hutton berkata bahwa Mercury meninggal dengan mengenakan sebuah cincin kawin yang Hutton telah berikan. Hutton sendiri meninggal karena kanker pada tanggal 1 Januari 2010.

Laman: 1 2 3 4

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top