Pangkalpinang

Angkutan Udara Sebabkan Inflasi Juni

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Pasca Perayaan Idul Fitri di Bulan Juni 2018, inflasi Bangka Belitung tercatat mengalami kenaikan. Pada bulan Juni 2018, Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 1,63% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,53% (mtm). Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan masing-masing mengalami inflasi 1,82% (mtm) dan 1,28% (mtm).

“Inflasi pada bulan Juni didominasi oleh tarif angkutan udara seiring dengan kenaikan permintaan untuk mudik lebaran. Tarif angkutan udara memberikan andil sebesar 0,73% terhadap inflasi di Bangka Belitung. Selain itu, tekanan inflasi kelompok ikan segar dan kelompok sayur-sayuran juga mendorong inflasi bulan Juni.”, ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika.

Berdasarkan kelompok pembentuk inflasi (disagregasi), inflasi utamanya bersumber dari kelompok administered price yang tercatat memberikan andil inflasi 0,91%. Sementara itu, kelompok volatile food dan kelompok inti masing-masing memberikan andil 0,65% dan 0,07%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan tercatat memberikan andil inflasi yang tertinggi yaitu sebesar 0,79%, yang disebabkan tingginya permintaan tiket pesawat untuk mudik lebaran, libur sekolah dan adanya event MXGP di Pangkalpinang. Selain itu kelompok bahan makanan juga memberikan andil mengalami inflasi 0,79% yang sebagian besar didorong oleh sub kelompok ikan segar dan sayur-sayuran.

Secara tahunan inflasi Juni 2018 di Bangka Belitung tercatat sebesar 2,55% (yoy) meningkat dibanding inflasi Mei 2018 sebesar 2,32% (yoy), namun masih dibawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,12% (yoy).

Dengan realisasi pencapaian inflasi hingga Juni 2018, inflasi tahun 2018 diperkirakan masih dalam sasaran target yang ditetapkan Pemerintah yaitu sebesar 3,5±1% (yoy) dan diperkirakan pergerakan inflasi kedepan masih akan berada pada kisaran tersebut. Namun demikian tekanan inflasi dari angkutan udara masih perlu diwapadai karena secara historis mengalami inflasi dan volatilitas yang cukup tinggi sehingga memberikan risiko terhadap target inflasi tahun 2018. Risiko inflasi juga muncul akibat adanya kenaikan harga beberapa jenis bahan bakar minyak yang telah ditetapkan pada tanggal 2 Juli 2018. Kenaikan bahan bakar minyak ini juga berisiko memberikan multiplier effect kepada komoditas lainnya.

“Sinergi antar instansi dalam pengendalian inflasi pada bulan Juni 2018 sudah cukup membuahkan hasil. Hal tersebut ditunjukan dengan terkendalinya harga beberapa komoditas dari sub kelompok daging dan hasilnya serta bumbu-bumbuan. Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Satgas Pangan juga telah berhasil dalam pengendalian inflasi untuk komoditas harga bahan pokok yang harganya telah diatur oleh Pemerintah melalui harga acuan seperti beras, daging ayam ras, daging sapi, minyak goreng dan telur ayam sehingga inflasi di komoditas tersebut dapat terkendali.

Akan tetapi, dalam jangka panjang perlu adanya tindaklanjut yang lebih efektif untuk menjaga inflasi dari sub kelompok ikan segar. Selain itu, upaya terbaik untuk mengendalikan inflasi angkutan udara juga perlu dilakukan melalui penyampaian rekomendasi-rekomendasi yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi kelompok angkutan udara”, ujar Tantan. (lya)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top