Mutiara Ramadhan

Tipologi Manusia Penyambut Ramadhan

Oleh: Suargo
DENGAN kehadiran Ramadhan, maka beragam pula manusia menghadapinya. Ini tentunya sesuai dengan tingkat pemahaman agama dan kebiasaan hidup yang dialami selama ini.

——————

ADAPUN tipe manusia tersebut adalah:
1) Manusia yang antusias
Mereka adalah yang menyadarinya sepenuhnya makna dan nilai yang ada dalam Ramadhan karena banyaknya bonus rahmat dan pahala yang akan mereka peroleh. Sehingga jauh-jauh hari mereka sudah mempersiapkan diri dengan bekal ilmu, persiapan ruhiyah dengan membiasakan baca Qur’an, puasa sunnah, dan ibadah sunnah lainnya.
Mereka betul memahami perjalanan rohani di Bulan Ramadhan dengan kesiapan yang cukup. Dan golongan manusia ini sangatlah sedikit karena mereka adalah pemburu taqwa, mereka inilah yang bertahan dari awal sampai akhir Ramadhan, dengan memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk menikmati ibadah, amal-amal sholeh. Mereka ini seperti tergambar dalam sabda Rasulullah yang artinya:

“Barang siapa yang menghidupkan malam-malam Ramadhan karena iman dan mengharap Ridho Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR,Muslim).

2) Manusia yang Biasa-biasa Saja
Kedatangan Ramadhan sama sekali tidak membangkitkan jiwanya, tidak menggairahkan kepakaan rohaninya, tak ada yang berubah. Bonus-bonus Ramadhan tidak memikatnya. Dari tahun ke tahun ibadah di Bulan Ramadhannya begitu-begitu saja tak ada perubahan. Mulut tak dijaga dari kata keji, dusta. Telinga dibiarkan mendengar yang tidak bermanfaat. Sholatnya sekedarnya saja, puasa cukup menahan lapar dan haus saja.
Manusia seperti ini sebagaimana digambar Rasulullah dalam sabdanya:

“Berapa banyak orang yang melakukan puasa tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasa itu kecuali lapar dan dahaga saja.”

3) Manusia yang Bergembira Karena Keuntungan Besar
Keuntungan besar disini bukan pahala, namun keuntungan uang yang berlipat-lipat. Bagi golongan ini di Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Dibenaknya bukan bertaburan pahala yang Allah turunkan dari langit. Tak ada kamusnya bahwa malam-malam harus diisi dengan Sholat Taraweh dengan khusyu’ dan penuh makna.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top