giserSUAT

Lagu yang Dipercaya Membawa Kutukan, Simfoni Ke-9 Milik Beethoven

COBA buka smartphone mu, ketikkan di Youtube ‘Beethoven Symphony No.9’. Dengarlah. Nikmatilah. Lalu baca tulisan ini.

Ya. Lagu orkestra instrumental itu punya nilai mistis yang sangat kental. Musik itu disebut-sebut punya kutukan.
Kutukan ini sangat dikenal oleh para pecinta musik klasik. Beberapa musisi terkenal di masanya dipercaya terkena kutukan Simfoni Kesembilan. Mereka akan meninggal jika sudah menyelesaikan simfoni yang kesembilan. Kutukan ini menimpa Beethoven. Sebagai sosok terkenal, kematiannya menyisakan misteri.

Kutukan ini semakin dipercaya karena seorang musisi bernama Gustav Mahler percaya dia tidak akan meninggal karena kutukan tersebut. Sayangnya, saat akan mulai menciptakan simfoni kesepuluh, dia meninggal dunia. Semakin kuat saja anggapan bahwa kutukan Kesembilan memang ada. Ada yang bilang hal ini hanya kebetulan yang dibesar-besarkan, ada juga yang percaya bahwa musik atau lagu ini membawa kutukan.

Ludwig Van Beethoven merupakan musisi klasik yang begitu terkenal di dunia. Sebelum meninggal ia sempat menciptakan simfoni yang akhirnya menjadi sebuah misteri dalam simfoni no. 9.

Simfoni no. 9 dalam tangga nada D minor adalah simfoni terakhirnya yang selesai di gubah pada tahun 1824. Simfoni sepanjang 75 menit ini berisi bagian dari ode “An Die freude” atau dalam bahasa inggris Ode to Joy karya Friedrich Schiller, sebagai teks yang dinyanyikan oleh para solis dan panduan suara pada gerakan terakhir.

Karya ini merupakan contoh pertama dari komponis besar yang menggunakan suara manusia pada tingkat yang sama dengan instrumen-instrumen dalam sebuah simfoni. Simfoni ini merupakan karya seni musik klasik yang paling terkenal dan merupakan sebuah mahakarya Ludwig Van Beethoven yang terhebat karena digubah ketika dia telah tuli sepenuhnya.

Simfoni ini memainkan peranan kebudayaan yang penting dalam lingkungan modern. Sebuah versi yang telah di adaptasi digunakan dalam sebuah lagu kebangsaan Uni Eropa. Pada tahun 1989 para pelajar dalam demonstrasi Tiananmen, mereka menyiarkan simfoni ini menggunakan pengeras suara sebagai pernyataan melawan tirani.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top