BERITA PILIHAN

Ini 3 Keluarga Bomber

Berdasar informasi yang dia terima sampai kemarin sore, jumlah terduga teroris yang ditangkap masih 13 orang. Seluruhnya masih satu jaringan dengan Dita Oeprianto yang meledakan bom di tiga gereja bersama keluarganya. ”Semua grup JAD Surabaya di pimpin oleh Dita,” terang pria yang akrab dipanggil Setyo itu. Dia pun memastikan kembali, seluruh terduga teroris itu saling berkaitan.

Sebagai pimpinan JAD di Surabaya, Dita bersama anggotanya, Tri Murtiono memang sudah bersiap untuk melaksanakan bom bunuh diri. Tidak heran, selang sehari pasca Dita meledakan bom bersama keluarganya, Tri menyusul. Dia menyerang Mapolrestabes Surabaya. Disamping berperan sebagai pimpinan JAD Surabaya, Setyo menuturkan bahwa Dita turut serta dalam perakitan bom. ”Yang merakit bom Dita,” imbuhnya.

Namun demikian, tidak semua proses perakitan dilaksanakan di rumah Dita. Berdasar data dan fakta yang diperoleh aparat kepolisian di lapangan, sejumlah barang bukti ditemukan terpisah. Termasuk bahan baku untuk membuat bom serta bom yang sudah selesai dan siap diledakan. Dari rumah Dita misalnya. Di antara barang bukti yang diamankan, petugas turut menemukan bahan baku yang bisa dipakai untuk membuat bom.

Serupa, petugas kepolisian juga mendapati sejumlah barang bukti serupa di kediaman Anton Ferdianto. Mulai cairan kimia sampai bom siap ledak. Barang bukti yang sama juga ditemukan di tempat tinggal terduga teroris ASW, Abu Haidar alias Widodo, TM, dan Budi Satrijo. Nama terakhir tidak lain adalah terduga teroris yang mau tidak mau harus ditembak mati oleh petugas. Dari data yang diterima Setyo, Budi juga punya peran khusus.

Menurut pati Polri asal Semarang itu, Budi juga dapat tugas mengumpulkan dana. ”Perannya adalah penampung dana yang digunakan kelompok JAD Surabaya,” imbuh Setyo. Peran tersebut dijalankan Budi sesuai arahan Dita. Belum diketahui pasti sumber dana yang ditampung oleh Budi. Sebab, sampai saat ini petugas yang bekerja di lapangan masih terus mendalami sejumlah data. ”Mungkin dari anggotanya,” tambah dia.

Termasuk di antaranya jumlah pasti anggota JAD Surabaya. Selain itu, pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui dengan jelas aktivitas pengajian yang bisa diikuti oleh anggota JAD Surabaya. ”Masih di dalami,” imbuh Setyo. Yang pasti, kata dia, masih ada terduga teroris yang berkaitan dengan peledakan bom bunuh diri di Surabaya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Teman-teman masih bergerak di beberapa wilayah,” tambahnya. (mir/edi/syn/)

Laman: 1 2 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top