Pangkalpinang

BI Babel Sebut Kondisi Buruh di Babel Baik

*Tetap Harus di Evaluasi dan Melihat Ekonomi Ke Depan
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Masih terkait peringatan hari buruh internasional atau May Day pada 1 Mei 2018 kemarin, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Tantan Heroika Sukmadrajat menilai peringatan hari buruh setiap tahun di Indonesia khususnya memang masih menjadi dilematis antara buruh dan pengusaha. Oleh karena itu dari pemerintah pun mesti harus melihat kepentingan bagi 2 belah pihak supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tak di inginkan. Misalnya karena UMR di Kota Batam yang pernah cukup tinggi sehingga implikasinya banyak pengusaha-pengusaha yang justeru lalu keluar dari Batam.

Oleh karena itu dalam rangka menjaga hal-hal semacam ini maka yang harus di jaga dengan baik adalah iklim pengusaha dan buru supaya sama-sama tetap bagus dan kondusif,sehingga kedua belah pihak ini pun tetap dapat menikmati ekonomi secara keseluruhan. “Sehingga inilah yang memang harus dilihat pemerintah, jangan sampai ada yang saling mencederai diantara buruh dan pengusaha, walaupun memang ini tak mudah,” tambah Tantan.

Dari sisi Bank Indonesia, Tantan Heroika Sukmadrajat menyatakan masih perlu dilihat lagi dari angka inflasi yang terjadi sebagai patokan dari penghasilan buruh.Tingkat inflasi juga bisa dijadikan refrensi, jangan sampai justeru berada di bawah. “Maka ini harus dapat di cermati, misalnya terkait kebutuhan-kebutuhan itu ada dimana, karena seharusnya buruh ini bisa memenuhi kebutuhannya seperti tahun-tahun sebelumnya bahkan tentu diharapkan bisa lebih baik,” harapnya.

Tantan menilai antara angka inflasi dengan UMR buruh di Bangka Belitung masih cukup relevan. Hanya saja hal ini pun tetap harus di evaluasi dengan melihat perkembangan harga-harga yang terjadi. Demikian pun dengan harga-harga tersebut pun juga harus dilihat lagi perkomoditinya. “Seperti yang saya katakan jika dilihat secara keseluruhan membaik, tapi tetap perlu dilihat lagi bagaimana komponen lain, misalnya dari uang sekolah, mengenai pakaian, kesehatan dan sebagainya yang memang perlu dilihat secara detail,” tambahnya.

3 bulan bertugas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan mengaku pandangannya memang masih terbatas terkait standar kesejahteraan buruh di Bangka Belitung. Hanya saja jika dilihat lagi dari indikator gini rasionya mencapai angka 0,28% yang menandakan sebagai kondisi terbaik di Indonesia. Artinya perbedaan antara si kaya dan si miskin di Babel memang tidak terlalu mencolok seperti di daerah lainnya yang mungkin juga dapat dilihat di sejumlah perempatan lampu merah masih banyak terdapat banyak orang-orang tunawisma dan sebagainya. “Ini juga membuktikan bahwa pemerataan ekonomi di Babel masih berjalan dengan bagus, namun tentu hal ini di evaluasi dengan juga tetap harus melihat perkembangan ekonomi ke depan,” tambahnya.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top