ABG-ABG Larut Dalam Kubangan Prostitusi

ABG-ABG Larut Dalam Kubangan Prostitusi (1), Ikut Aksi Tolak Prostitusi ABG

Cindi, apa kataku semua tlah terjadi
Mengapa kau serahkan semua padanya
Hingga kau tersudut
Untuk lepaskan jasad darimu dan juga darinya
Dan kini dia menghilang tanggalkan semua janji
Oleskan empedu di hidupmu
(Cindi, Dewa 19)

Eka Mahendra Putra – Wartawan Babel Pos

“MASUK, Bang. Sori kontrakan Ku ni dak bekursi. Terpaksa kite ngamper bai di sini. Dak hal, kan, Bang? Kite nyantai bailah (Masuk, Bang. Maaf kontrakan saya gak ada kursi. Terpaksa kita duduk aja di sini. Gak masalah, kan, Bang? Kita santai aja),” itu mukadimah singkat seorang remaja, laki-laki, En namanya. Umurnya paling 21 tahun.

Siang itu En bertelanjang dada. Masih mengenakan boxer ketat warna coklat bermotif Spiderman. Di pundak kanannya ada tato mawar, tidak terlalu besar. Tapi nampak jelas.

Dia membukakan pintu kontrakannya sesaat setelah saya mengetuk beberapa kali dan mengucapkan salam di depan pintu kontrakan yang dominan warna hijau, lokasinya tidak jauh dari Pasar Pembangunan di daerah Gudang Padi, di salah satu sudut Kota Pangkalpinang. Matanya masih terlihat sembab. Rambutnya masih awut-awutan. Itu tanda dia baru bangun.

Kontrakan itu sederhana. Pintunya coklat dan di sana-sini ada coretan-coretan spidol dan bekas tempelan stiker pemilu. Ada 4 motor terparkir di teras, semuanya jenis metik. Tapi jika masuk ke dalam, nuansa yang berbeda tersuguhkan. Nuansa pink dan beberapa boneka-boneka lucu seakan membuang jauh-jauh kesan sederhana dari kontrakan 2 kamar itu, yang nampaknya memang sudah disiapkan bakal menyambut siapapun tamu yang bakal datang.

Wajar saja nuansa pink dan boneka-boneka, karena si penghuni kontrakan 3 orang yang kesemuanya adalah “laki-laki setengah jadi”–istilah orang Pangkalpinang, untuk menggambarkan laki-laki yang hanya akan ‘berubah wujud’ kala malam hari sekedar untuk mencari ‘mangsa’.

Saat itu jam di tangan saya menunjuk angka 10 pagi. Masih pagi sebetulnya untuk bertamu. Tapi kebetulan karena saya memang sudah ada janji dengan si penghuni kontrakan, En (namanya saya samarkan) yang kebetulan memang berteman dengan saya sejak lama, maka saya memaksakan diri untuk datang ke kontrakan dia, yang sebetulnya saya hapal betul bahwa jam 10 pagi walaupun ada iring-iringan tujuhbelasan lewat di depan kontrakannya En dan teman-temannya tidak akan beranjak sedikitpun dari peraduan. Tapi, tidak dengan hari itu, karena saya dan En sudah mengatur janji temu, saya ingin bertemu dengan salah satu temannya, cewek, muda, cantik.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top