giserSUAT

Seruling Kematian & Tifa, Siulan Tumbal & Kematian

Roberto bertahun-tahun melakukan riset dan mencoba mendalami kehidupan dari Suku Aztec dan Maya Kuno. Ia menemukan banyak sisa-sisa peluit peninggalan Suku Aztec. Roberto membuat ulang atau mereplikan peluit-peluit tersebut dan mengatakan bahwa peluit itu biasanya digunakan untuk mengabarkan berita kematian, eksekusi mati atau pengorbanan manusia untuk dewa-dewa. Peluit yang berusia beberapa abad ini disebut Roberto sebagai Whistles of Death atau Peluit Kematian.

Bentuk dari seruling seperti tengkorak manusia. Death Whistle terbuat dari kayu, bahkan beberapa ditemukan berasal dari kepala asli atau bagian tulang seseorang menjadi bahan utamanya.

Dari aspek suara, seruling kematian menghasilkan suara yang nyaring, tajam, menyeramkan, tidak enak untuk didengar, dan beraura mistik yang sangat melengking. Seakan-akan, kematian sudah sangat dekat di depan mata.

Death whistle juga digunakan Suku Aztec untuk menghadapi musuh saat perang. Suara yang begitu menyeramkan, konon katanya membuat mereka berteriak paranoid dan berlari terbirit-birit seperti kesurupan. Selain itu, death whistle juga digunakan untuk mengobati mereka yang terluka saat perang untuk mengurangi rasa sakit.

Di Indonesia juga ada. Desa adat Yobeh di Danau Sentani Kabupaten Jayapura Papua, punya benda pusaka yang menakjubkan. Mereka memiliki Tifa, gendang khas Papua, berumur 200 tahun yang memakai kulit manusia asli. Tifa atau gendang khas Papua keramat ini terbuat dari kulit manusia bagian dada.

Tifa dibuat menggunakan kulit manusia. Umurnya dua ratus tahun. Dulu ada dua Tifa laki-laki sama perempuan.
Yang perempuan dibawa ke Belanda, sekarang dimuseumkan di sana. Di sini, tinggal Tifa laki-laki. Tifa adalah alat musik khas Papua yang berbentuk gendang.

Tifa ini sebagai pertanda kalau ada warga yang mau meninggal. Yang rambutnya sudah memutih, yang sudah ada bercak-bercak di wajahnya. Malam hari, Tifa akan bunyi sendiri. Pertanda besoknya dia akan meninggal. Diyakini, kalau Tifa di Papua bunyi, yang di Belanda sana juga bunyi secara bersamaan.

Laman: 1 2 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top