Opini

Menyambut Hari Konsumen Nasional, Kosumen Cerdas Era Digital

Oleh: Selani, ST., MT – Penyuluh Perindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

HARKONAS atau Hari Konsumen Nasional yang biasa diperingati setiap tahun pada tanggal 20 April merupakan suatu hari yang besar artinya bagi seluruh konsumen indonesia untuk meningkatkan harkat dan martabat konsumen akan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan untuk melindungi dirinya serta menumbuhkembangkan sikap pelaku usaha yang bertanggung jawab dan berdaya saing.

—————-

KONSUMEN didefinisi sebagai pemakai barang/jasa bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen erat kaitannya dengan produsen dimana produsen sendiri diartikan sebagai orang perseorangan atau badan usaha yang didirikan dan berkedudukan guna melakukan kegiatan dalam wilayah hukum NKRI, sendiri /bersama2 menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

Produsen dan konsumen dalam artian definisi ekonomi akan dipertemukan di suatu tempat yang dinamakan pasar untuk melakukan transaksi atau pemindahan barang / jasa dengan kesepakatan atau kompensasi tertentu. Saat ini arti konektifitas produsen dan konsumen sudah sangat jauh berubah, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat dan luar biasa. Konsumen dan produsen tidak harus bertemu untuk sekedar bertransaksi atau bertukar barang. Perkembangan zaman, khususnya Revolusi Industri yang pertama dimulai pada awal tahun 1800-an dimana mesin uap ditemukan dan industrialisasi berubah dari cara yang sangat manual menggunakan peralatan handmade sebagai alat bantu produksi menjadi mengunakan mesin sederhana melalui bantuan tenaga uap. Orang kemudian menemukan listrik, dan diera Revolusi Industri kedua yang terjadi di pertengahan 1800-an dimana listrik diapalikasikan pada seluruh sektor industri menggantikan mesin uap yang penggunaannya terbatas dan masih bersifat pasrial pada blok-blok proses produksi. Listrik mengintegrasikan blok-blok proses produksi tersebut menjadi satu kesatuan proses produksi yang utuh.

Produsen atau pelaku usaha merasa sangat dimudahkan dengan kehadiran listrik ini. Industri dengan bantuan listrik ini dipergunakan secara masif guna mengejar target produksi masal yang dibutuhkan banyak orang. Industrialisasi berkembang sangat pesat diera ini, dan perilaku produsen juga turut berubah diera Revolusi industri ke-2 ini, konsumen cenderung bereuforia dengan produk yang melimpah dan ada begitu banyak pilihan, konsumen cukup datang ke toko-toko untuk mencari barang yang diproduksi masal tersebut dan membelinya kemudian pulang dengan hati yang entah senang atau tidak dan tidak perlu lagi datang langsung ke produsen untuk membeli.

Lalu zaman terus berubah dan orang ingin perubahan yang lebih memudahkan, sehingga terjadilah revolusi industri ketiga dimana terjadi sebuah era revolusi industri yang lebih menguntungkan lagi bagi produsen dimana inovasi sistem produksi di-automatisasi melalui bantuan robotik atau sistem. Produsen atau pelaku usaha tidak perlu lagi banyak menggunakan bantuan manusia untuk berproduksi tapi lebih mengandalkan kinerja mesin. Produk yang dihasilkan lebih standar dan secara kuantiti juga lebih masif dihasilkan. Revolusi diera ini tidak begitu banyak berpengaruh bagi konsumen, namun konsumen sangat terbantu dengan variasi produk yang lebih beragam karena kinerja mesinnya yang lebih presisi, lebih cepat dan “tidak banyak tingkah”.

Laman: 1 2 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top