BERITA PILIHAN

Lawan Peluru untuk Pulang

LEBIH dari 9 hari sudah unjuk rasa terjadi di perbatasan Jalur Gaza dan Israel. Sudah 31 nyawa yang melayang. Dan, perdamaian rasa-rasanya masih jauh dari genggaman.

Yaser Murtaja adalah korban tewas ke-29 dalam aksi Great Return March yang sampai sekarang masih berlangsung di perbatasan Jalur Gaza dan Israel. Kemarin (7/4) juru kamera stasiun televisi Palestina Ain Media itu dimakamkan. Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas, hadir dalam pemakaman pria 30 tahun tersebut.

Peluru bersarang di bagian bawah ketiak Murtaja pada Jumat (6/4). Saat itu Murtaja yang sedang meliput unjuk rasa di perbatasan Khuzaa langsung tumbang. Rompi antipeluru bertulisan press masih terpasang di badannya. Tetapi, dia tidak berdaya. Massa yang semula sibuk mengirimkan asap hitam pembakaran ban bekas ke posisi militer Israel, IDF, pun lantas mengerumuni Murtaja.

’’Kami sedang merekam aksi para pemuda yang membakar ban bekas. Kami berjarak sekitar 250 meter dari pagar pembatas. Tiba-tiba pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kami dan saya melihat Yaser (Murtaja) jatuh,’’ kata Ashraf Abu Amra, seorang fotografer lepas Palestina, kepada Reuters.
Jumat itu Murtaja langsung dilarikan ke rumah sakit. Kemarin dia meninggal dunia.

’’Kami mengenakan identitas lengkap sebagai jurnalis. Saya dan dia memakai rompi antipeluru dan helm. Tetapi, kami tetap menjadi sasaran,’’ keluh Abu Amra. Selain Murtaja, ada tiga jurnalis lain yang terluka saat meliput aksi massa Jumat lalu. Hari itu sembilan nyawa melayang di tangan IDF. Itu belum termasuk Murtaja. Hingga kini, sekitar 31 warga Palestina tewas dalam unjuk rasa yang sudah memasuki pekan kedua.

Kemarin Associated Press melaporkan bahwa IDF berjanji akan menyelidiki kematian Murtaja. Seharusnya, sebagai awak media, dia tidak menjadi sasaran serangan. Dan, IDF yakin tidak ada personelnya yang menembak secara sembarangan. ’’Kami hanya menembak orang-orang yang melakukan aksi provokatif atau menyerang anggota kami,’’ tegas Jubir militer Israel.

Sembilan hari terakhir hingga kemarin, aksi massa yang dimulai 30 Maret itu telah mengakibatkan lebih dari seribu orang terluka. Jumat lalu tidak kurang dari 491 orang terluka. Jika dibandingkan dengan aksi Jumat sebelumnya, skala unjuk rasa Jumat lalu memang lebih besar. Ada ribuan warga Palestina yang terlibat dalam aksi yang dihelat selepas salat Jumat tersebut.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top