HISTORI

KAMPUNG BESI

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarahwan Bangka
SALAH satu kampung (native village) yang memiliki nama cukup unik berada dalam wilayah distrik Pangkalpinang adalah kampung Besi. Orang Tionghoa Bangka dalam dialek Hakka menyebut kampung Besi dengan sebutan Thiatphu. Nama spesifik atau nama diri “Besi” pada nama geografi kampung Besi, diberikan berdasarkan toponimi atau sejarah penamaan tempat karena pada awal terbentuknya, kampung ini banyak dihuni oleh orang-orang Tionghoa yang pekerjaannya membuat peralatan dari logam besi (pandai/tukang besi/tukang tempa). Peralatan-peralatan dari besi yang dibuat pada masa ini, terutama untuk keperluan peralatan bekerja di parit-parit penambangan Timah. Disamping itu para tukang besi atau tukang tempa juga memproduksi berbagai peralatan dari besi untuk peralatan rumah tangga, peralatan untuk pertukangan, dan untuk pertanian serta perkebunan.

Sejak didatangkan pekerja-pekerja tambang Timah dari Cina ke pulau Bangka pertengahan abad 18 Masehi, dan dimulainya penambangan Timah dengan teknologi baru yang dibawa pekerja dari Cina yaitu “teknologi Kulit” dan “teknologi Kolong” menggantikan teknologi lama penambangan asli pribumi Bangka yang sederhana yaitu teknologi “Pelubangan-Berpindah” (teknologi Tebok-Ahli atau Toboali), sangat banyak dibutuhkan peralatan kerja di parit-parit penambangan Timah terbuat dari besi. Peralatan kerja dari besi sangat terkait erat dengan teknologi Kulit dan Kolong, terutama untuk mendapatkan Timah dalam jumlah dan deposit yang besar pada lokasi tanah galian yang relatif dalam. Walaupun teknologi Kulit dan teknologi Kolong dengan peralatan kerjanya baru dapat menghasilkan Timah sekitar tujuh bulan sejak tambang dibuka, teknologi ini cukup efektif untuk meningkatkan jumlah Timah yang dihasilkan. Peralatan kerja dan peralatan pertambanganpun sampai saat ini masih menggunakan banyak istilah dalam bahasa Hakka dan dikenal luas oleh masyarakat Bangka seperti Sakan (papan pengayak pasir), Camui (lubang galian), Kioktjo (cangkul atau pacul), Tjiong (air kental di lokasi tambang), Punki (keranjang kecil mengangkut tanah), Tamkon (pikulan punki), Tjiatiauw (roda air), Tjiathong (palung air) dan banyak lagi istilah-istilah pertambangan Timah lainnya.

Kampung Besi secara geografis terletak di sekitar bagian tengah sungai Pedindang dekat sebelah kiri dan sebelah kanan jalan raya yang menghubungkan distrik Pangkalpinang ke distrik Koba. Sungai Pedindang mengalir dari Selatan Paritlalang (terdapat beberapa tambang), melintasi bagian tengah Pangkalpinang dan mengalir ke arah Timur dan kemudian muaranya menyatu dengan sungai Rankoei di sisi sebelah Timur kampung Katak. Sebelah Utara kampung Besi berbatasan dengan kampung Bintang dan sebelah Selatannya berbatasan dengan kampung Betoer.

Laman: 1 2 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top