Bangka Selatan

Soal Tapal Batas Basel-Bateng, Bateng Diminta Berjiwa Besar

MASALAH tapal batas antara Bangka Selatan dan Bangka Tengah harusnya bisa diselesaikan dengan duduk bersamanya kedua bupati. Ngobrol secara kekeluargaan agar tidak ada sengketa yang berkelanjutan.

———

ITU diharapkan Ketua Komisi I DPRD Bangka Selatan, Samsir. P. ST.MM usai komisi mereka datang ke pusat untuk minta petunjuk soal berlarut-larutnya permasalahan tapal batas.

“Saya minta kedua bupati ngobrollah baik-baik, serta kekeluargaan supaya masalah tapal batas yang menjadi sengketa ini, khususnya daerah perbatasan yang memiliki potensi seperti potensi tambang, wisata dan potensi perkebunan serta banyak juga masalah lain antara desa yang ada di Bangka Selatan,” kata Samsir kepada Babel Pos kemarin, melaporkan soal hasil pertemuan dan konsultasi mereka ke Dirjen Toponemi dan Batas Daerah Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, 14 Maret 2018, yang didampingi Kabag Pemerintahan dan Otonomi daerah Basel Muhammad Hendari. SE.

Dia menjelaskan bahwa hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas wilayah demi menciptakan iklim investasi di setiap kecamatan yang ada di wilayah Bangka Selatan khususnya dan Bangka Belitung umumnya.

Jika persoalan ini terus berlanjut dan berlarut – larut tanpa ada titik temu maka akan merugikan Bangka selatan dan Bangka Tengah khususnya. Umumnya kata dia setiap permasalahan dan perselisihan yang muncul dilatarbelakangi perebutan wewenang eksplorasi terhadap potensi yang ada, seperti potensi tambang timah (antara Desa Bangka Kota Basel dengan Desa Munggu Bangka tengah) dan potensi destinasi wisata (ada di Desa Air Bara Bateng dengan Desa Nibung Basel, Desa Tepus Basel dengan Desa Simpang Bateng).

Secara hukum kata dia permasalahan tapal batas ini sudah final yaitu dengan UU No. 5 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung timur yang diperkuat lagi dengan turunan Permendagri No 17 tahun 2008, tentang batas wilayah Bangka selatan dengan Bangka Tengah. Karena penetapannya menggunakan prinsip kartometrik oleh kementerian dalam negeri yg didasarkan atas Permendagri No 1 tahun 2006 hasilnya memang ada perbedaan dengan batas – batas wilayah berdasarkan peta terdahulu, saat masih tergabung dalam Kabupaten Bangka (yang dulunya masih menggunakan batas-batas alam seperti sungai dan bukit), sehingga batas wilayah yang dikeluarkan berdasarkan Permendagri No 17 tahun 2008 terjadi pergeseran batas, seperti Desa Air Bara batasnya berdasarkan Permendagri tersebyt sudah di ujung desa (kuburan ujung kampung), C2 Kelidang Desa tepus ada potensi air terjun, semua penduduk beridentitas Bangka Selatan, sapras dibangun oleh Pemkab Bangka selatan termasuk pembentukan rukun warga dan rukun tetangga, dan wilayah lainnya.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top