Bangka

KPT dan Pol PP Satroni Warnet, Ditemukan Anak Dibawah Umur

Babelpos.co SUNGAILIAT – Sejumlah warnet didatangi karena memiliki perizinan tak sesuai peruntukan serta menerima anak sekolah pada jam belajar. Sejumlah warnet di Sungailiat itu didatangi Kantor Perizinan Terpadu (KPT), Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kabupaten Bangka, Senin (12/3/2018).

“Jadi warnet yang kita datangi kita minta mengurusi izinnya. Jangan sampai usaha mereka illegal,” kata Heri Santoso selaku Kabid Pelayanan Perizinan KPT Kabupaten Bangka.

Dalam penertiban ditemukan sejumlah warnet yang telah habis masa izinnya, ada juga warnet namun include hanya memakai izin travel. Warnet-warnet tersebut diminta datang dan membenahi izinnya ke kantor KPT Kabupaten Bangka, Selasa (13/3/2018).

“Izin ini gratis, dulu memang ada biaya HO (izin gangguan) tapi sekarang kebijakan kita dihapuskan. Jadi izin ini benar-benar gratis. Tadi ada izin warnetnya sudah lama habis sejak tahun 2012 dan mereka janji akan mengurus izin baru,” sebut Heri.

Lebih lanjut ia katakan, tidak ditemukan pelanggaran lainnya dan pihaknya kerjasama dengan Satpol Pol guna menertibkan masalah seperti adanya anak sekolah di warnet. Kerjasama diharap terus terjalin dengan semua pihak supaya warnet tertib baik dari segi perizinan maupun penggunaannya.

Selanjutnya pihaknya akan mengecek perizinan di tempat lain dalam waktu dekat bersama dinas terkait yang diharap perizinan para pelaku usaha legal. Apabila pelaku usaha warnet dan usaha lainnya tak mengindahkan peringatan akan diberi sanksi oleh Pemda.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman menambahkan, dalam sepekan ini sudah 2 kali dilakukan razia pada warnet. Razia pada malam hari dilakukan untuk menindaklanjuti warnet yang beroperasi pada jam malam.

Selain itu dilakukan juga razia terkait menertibkan anak putus sekolah maupun pelajar yang bolos di warnet. Ditemukan beberapa orang anak dibawah umur yang putus sekolah, termasuk pelajar bolos saat jam belajar. Pihaknya memberi pembinaan kepada anak-anak yang berada di warnet serta tindakan kepada pemilik warnet tanpa izin.

Ia menyayangkan adanya anak putus sekolah karena saat ini pendidikan baik tingkat SD maupun SMP sederajat telah gratis dari pemerintah.

“Ada satu anak baru kelas empat SD sudah putus sekolah katanya gak mau sekolah bantu orang tua, itu salah. Sekolah itu wajib, silahkan sekolah SD terdekat, kalau tidak mau sekolah SD yang formal, itu bisa non formal, non formal itu bisa seperti paket A, paket B, paket C,” jelasnya.

Sedikitnya 6 orang anak ditemukan berada di warnet dalam penertiban Pol PP. Ke 6 anak itu ditemukan pada warnet dekat daerah pelabuhan dan  SMA Bakti Sungailiat. Untuk pelajar yang bolos beralasan tidak sekolah karena hujan dan sedang try out. Oleh pihaknya dikasih peringatan agar tak lagi mengulangi perbuatannya.

Pihaknya menghimbau agar anak-anak tetap sekolah karena pendidikan telah gratis. Ditambahkan ada dana BOS yang membantu pendidikan saat ini. Selain itu pemilik warnet diminta tidak mengizinkan pelajar datang pada saat jam sekolah serta tidak melakukan praktek judi online.

“Apabila tetap dilakukan akan warnet akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (trh)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

babelpos.co -- Harian Babel Pos / Jawa Pos Grup Gedung Graha Pena Bangka Jl. Jendral Sudirman No.10 Selindung Baru Pangkalpinang Telp: 0717-433335 Fax:0717-435724

Copyright © 2018 babelpos.co

To Top