Bangka

Kasus Villa Pit Jun Lanjut, Oknum DPRD Bangka Terancam Pidana Maksimal 10 tahun

Villa Pit Jun - Kasus Villa Pit Jun Lanjut, Oknum DPRD Bangka Terancam Pidana Maksimal 10 tahun
*Dodi: Kejati Diminta Profesional --
PENYIDIK PNS Balai Gakkum LHK wilayah Sumatera Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (11/1), mendatangi kembali kawasan Hutan Lindung (HL) yang telah ditebang dan dibuka menjadi perkebunan buah buahan tanpa izin  di dalam kawasan hutan lindung Pejem  di sekitar Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.
---------------
PENYIDIK PNS bersama Petugas Dishut Provinsi Babel melakukan penyegelan dengan memasang papan plang di lokasi tempat kejadian perkara.
Di lokasi, penyidik menemukan pohon-pohon telah ditebang dan bekas dibakar, tanaman kelapa dan tanaman lain dan  bangunan rumah permenen 1 (satu) unit  dan 1 (satu) unit rumah  kayu  tempat karyawan dan lahan yang dikuasai diduga dilakukan oknum DPRD Bangka Junaidi Surya (JS) alias Pit Jun.
Kawasan hutan lindung yang dikuasai secara illegal oleh JS seluas + 32 Ha ini berada didalam kawasan hutan lindung pejam Desa Gunung Pelawan, Belinyu. modus yang dilakukan adalah  membeli kawasan hutan dengan oknum warga, selanjutnya dikuasai, dan memberi upah masyarakat  untuk menebang pohon, membersihkan lahan dan menanam bibit buah buahan hingga menjadi perkebunan buahan sejak  pertengahan tahun 2016 hingga saat ini. Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memberi peringatan kepada oknum, namun masih tetap melakukan kegiatan perkebunan lahan di lokasi tersebut.
"Koordinat villanya x.0150564 y.10588634, dan itu masuk di dalam Kawasan Hutan Lindung Pejem, Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Fakta di lapangan ditemukan bahwa telah berdiri sebuah villa bertingkat dua yang sifatnya permanen dan semi permanen, diduga milik oknum pejabat salah satu anggota dewan inisial JS.

Laman: 1 2 3

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top