Bangka

Ketika Anak dan Ibu yang ”Bersaing” Jadi Penulis, Sang Mama Ditantang Putrinya

f-boks-webIbu dan anak ini layak dicontoh. Betapa tidak, keduanya kompak menjadi penulis produktif yang karya-karyanya tersebar di toko-toko buku dan perpustakaan. Muthia Fadhila Khairunnisa telah melahirkan 37 buku. Sedangkan ibunya, Shinta Handini, sudah menerbitkan 41 buku.

JUNEKA SUBAIHUL MUFID, Jakarta --

TIGA rak buku menghiasi ruang tamu rumah Shinta di Duren Sawit, Jakarta Timur. Hampir seluruhnya berisi buku-buku cerita anak dan remaja. Satu rak digunakan untuk menyimpan buku-buku karya Shinta sendiri, satu rak untuk buku-buku karya Muthia, sedangkan satu rak lainnya untuk buku-buku karya orang lain. ”Untuk urusan tulis-menulis, kami memang tidak mau saling mengalah,” ujar Shinta akhir pekan lalu. ”Iya. Aku juga,” timpal Thia, sapaan Muthia.

Menariknya, ”persaingan” itu mulai terjadi setelah Thia menularkan spirit menulisnya kepada sang ibu. Yakni ketika Thia menerbitkan buku perdana pada usia 8 tahun pada 2009. Buku cerita anak yang kemudian menjadi bunga rampai di majalah Bobo itulah yang menyulut ”persaingan” ibu dan anak tersebut.

”Saya ditantang, mama jangan hanya bisa menyemangati saja. Nulis juga dong,” ujar Shinta sambil melirik putri sulungnya itu. Thia membalasnya dengan senyum.

Laman: 1 2 3 4 5 6

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top