Pangkalpinang

DPRD Kecewa Proyek Pendalaman Sungai

Komisi - DPRD Kecewa Proyek Pendalaman Sungai

Babelpos.co.id /PANGKALPINANG – Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pendalaman sungai yang saat ini sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang, Kamis (29/9) kemarin.

Sidak yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang ini mengecek sejauh mana realisasi pengerjaan proyek.  Mengingat, hingga kini belum memberikan dampak positif dalam penanganan banjir di Ibukota Provinsi Babel.

Turut mendampingi anggota Komisi III diantaranya Rahman Rizal, Heri Norven dan Subiyanto. Namun sayangnya, ketika berada di lokasi proyek, rombongan Komisi III merasa kecewa lantaran tidak bertemu dengan pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut.

Ditemui di sela-sela sidak, Subari mengakui dari hasil kunjungan tersebut pihaknya melihat pengerjaan proyek tidak dilaksanakan secara optimal. Pasalnya, bekas hasil galian yang selama ini ditimbun di bantaran sungai turun kembali.

“Kalau kondisinya begini kan pekerjaan itu terkesan sia-sia. Nah, ini yang kita tidak mau terjadi. Kita harap dinas terkait segera melakukan pengawasan secara berkala,” tegas Subari kepada Babel Pos.

Selain itu, politisi Partai Gerindra ini menekankan agar pihak kontraktor untuk segera melakukan pembersihan terhadap bekas galian yang ditempatkan di bantaran sungai. Karena dirinya melihat pihak kontraktor terkesan melakukan pembiaran.

“Kemudian pendalaman yang berada dilokasi belakang pasar ikan, kita berharap hasil penimbunan jangan dibiarkan, sehingga seakan-akan ini memberikan peluang kepada masyarakat untuk memiliki lahan tersebut, karena lokasi itu merupakan jalur hijau. Jadi jangan sampai ketika sudah ditimbun menjadi lokasi pemukiman baru oleh masyarakat,” pintanya.

Oleh karenanya, lanjutnya, agar hal ini tidak terjadi pihaknya dalam waktu dekat akan meninjau kembali pendalaman sungai tersebut. Pihaknya, katanya, akan meminta penjelasan kepada Dinas PU terkait batasan-batasan yang harus digali.

“Sampai sejauh ini kita belum jelas soal penggalian ini, apalagi status lahan tersebut juga masih dipertanyakan, karena kita ketahui di kawasan penggalian itu banyak lahan-lahan yang diakui oleh masyarakat, sementara itu merupakan jalur hijau,” ungkapnya.

Ditambahkan Subari, peninjauan ini dilakukan bukan untuk mencari kesalahan kontraktor, namun melainkan supaya proyek tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam meminimalisir banjir di Kota Pangkalpinang.

“Kalau sekarang kan hasilnya belum kelihatan, mestinya kalau sudah setengah jalan proyek ini sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan minggu depan kita akan turun lagi dengan dinas PU supaya persoalan ini clear,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar saat dikonfirmasi harian ini mengakui bahwa penanganan banjir saat ini memang belum berjalan optimal. Hal ini, katanya, dikarenakan terkendala anggaran.

“Yang jelas yang kita kerjakan ini satu kilometer dari target pertama. Kalau mau maksimal, ya kita harus melakukan pendalaman hingga Pangkalbalam sana khususnya di seputaran Ampui. Yang sekarang ini kan nggak sampai Ampui, makanya kurang optimal,” katanya.

Namun ditegaskannya, untuk pendalaman yang dilakukan saat ini sudah berjalan maksimal sesuai dengan rencana awal. Bahkan realisasi pengerjaanya sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Kalau untuk bahan galiannya memang dibu disekitar kawasan sungai, tapi disini galian tidak dibuang secara sembarangan, namun ada jaraknya mulai dari 10 meter, 30 meter, 50 meter hingga lima kilometer. Tapi kalau nggak sesuai dengan bobot pekerjaan, kita nggak akan bayar pekerjaan itu,” pungkasnya. (pas)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top