oleh

11 Pejabat Eselon 2 Dipertanyakan

*Huzarni : Geli Lihat Kinerja Kepala BKD Babel
Babelpos.co /PANGKALPINANG – Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sekaligus mantan Pj Bupati Bangka Selatan, Huzarni, kembali melontarkan kritikan pedas terhadap kinerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setda Provinsi Babel. Kritik itu, diumpatnya jelang pelantikan Struktur Oranganisasi Tata Kerja (SOTK) baru di Pemprov Babel.

“Saya baca di salah satu media cetak, katanya ada 11 pejabat eselon 2 yang sudah menduduki jabatan 1 sampai 4 tahun belum mengikuti diklat Pim II yang merupakan salah satu persyaratan untuk eselon 2. Saya terkejut dan juga geli, itu menunjukkan bahwa kepala BKD, Tarmin tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Wajar saja karena dia sendiri dilantik tanpa mengucapkan sumpah jabatan.

loading...

Mengikuti diklatpim yang dipersyaratkan sesuai jabatannya, seperti diklatpim 4 untuk syarat eselon 4, diklat pim 3 untuk jabatan eselon 3 dan diklatpim 2 untuk jabatan eselon 2 merupakan kewajiban yang  dipersyaratkan maksimal setahun setelah menduduki jabatan struktural,” beber Huzarni saat jumpa pers, Rabu (16/11).

Sementara itu, kata adik mantan Gubernur Babel Hudarni Rani ini, hal itu sebaliknya tidak menjadi prioritas oleh BKD. Sebaliknya mendahului mengirim para eselon 2 mengikuti assesment ke Surabaya yang tidak memiliki dasar hukum.

“Kepala BKD lebih memilih menghabiskan uang ratusan juta dan produk asessment hanya menghasilkan tukar tempat antara Tajuddin, Kepala Disbudpar berlatar belakang sarjana hukum dengan Rivai staf ahli gubernur yang berlatar belakang pengalaman guru bahasa Indonesia dan  sebelum berangkat ke Surabaya sudah beredar isu bahwa Tajuddin akan diganti Rivai,” ungkap Huzarni.

Komentar

BERITA LAINNYA