oleh

1080 Ekor Colibri dan Perbak Akhirnya Dilepas di Hutan Lindung

PASCA berhasil menahan salah satu sopir truk sekaligus kurir di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, Jumat (06/09) sore kemarin saat hendak menyeberangkan sebanyak 1.020 ekor burung jenis colibri dan 30 ekor perbak secara ilegal dan tanpa mengantongi dokumen resmi yang di persyaratkan oleh Balai Karantina Pertanian.

Akhirnya pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang bersama Resort Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem ( KSDA) Bangka Belitung dan Yayasan Alobi Bangka Belitung resmi secara bersama melepas liarkan sebanyak 1.080 burung asal Bangka Belitung tersebut di salah satu kawasan hutan lindung Kabupaten Bangka, Sabtu (09/09).

Loading...

BACA: Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Gagalkan Penyelundupan 1080 Burung

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Syaifuddin Zuhri mengaku pelepasan liar ini merupakan hal yang luar biasa sekaligus menjadi hasil dari koordinasi dengan berbagai pihak.” Semoga dengan pelepasan burung yang kita lakuan ini akan terus di jaga dalam menjaga kelestarian alam sebagaimana tujuan karantina pertanian disamping mencegah keluar masuknya hama penyakit tumbuhan dan hewan.” Sebelum di lepas liarkan lebih dulu burung-burung ini kita juga lakukan pengujian agar bebas dari hama penyakit seperti flu burung baru selanjutnya kita serahkan ke KSDA Bangka Belitung untuk di lepaskan di kawasa hutang lindung Kabupaten Bangka.

Penangkapan semacam ini bukan kali pertama berhasil dilakukan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang baik di bandara maupun pelabuhan. Kita juga menduga para pelaku penyulundupan ini nampaknya masih melakukan percobaan karena menganggap Babel pengawasannya masih longgar padahal sama saja kita akan terus melakukan pengawasan secara ketat,”tambahnya.

Komentar

BERITA LAINNYA