oleh

10 Hoax Bikin Gempar Sepanjang 2018

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengidentifikasi 10 konten hoax paling berdampak selama 2018. Dampak yang ditimbulkan dari sebaran konten hoax itu relatif beragam. Mulai dari menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kelompok masyarakat, hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa.

Dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com (Grup Babelpos.co), Kamis (20/12), identifikasi hoax tersebut diklaim berdasarkan pemantauan mesin pengais konten Sub Direktorat Pengendalian Konten internet Direktorat Pengendalian Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo. Berikut 10 konten terindikasi hoax yang memiliki dampak sepanjang 2018.

1. Ratna Sarumpaet
Berada di posisi pertama ada hoax soal Ratna Sarumpaet. Kabar hoax tersebut pertama kali beredar dalam Facebook tanggal 2 Oktober 2018 di akun Swary Utami Dewi. Unggahan itu disertai tangkapan layar (screenshoot) aplikasi pesan WhatsApp yang disertai foto Ratna Sarumpaet yang tampak babak belur.

Konten tersebut kemudian viral di Twitter dan diunggah kembali serta dibenarkan beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi kebenaran berita tersebut. Kabar hoax itu menyebut bahwa Ratna habis dipukuli oleh oknum yang tak senang dengan dirinya. Setelah ramai diperbincangkan, konten hoax ditanggapi aparat kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai kabar tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Ratna diketahui tidak dirawat di 23 rumah sakit dan tidak pernah melapor ke 28 Polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai dengan 2 Oktober 2018. Saat kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna diketahui tidak sedang di Bandung. Hasil penyelidikan menunjukan Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Terungkap, Direktur Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, Ratna telah melakukan perjanjian operasi pada 20 September 2018 dan tinggal hingga 24 September. Polisi juga menemukan sejumlah bukti berupa transaksi dari rekening Ratna ke klinik tersebut. Hal itu sekaligus menjawab bahwa Ratna tidak dihajar orang tak dikenal, melainkan habis menjalani operasi bedah estetik.

Komentar

BERITA LAINNYA